BREAKING NEWS
 

Cegah Badai PHK, Pemerintah Perkuat Permintaan Domestik 

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Minggu, 28 Desember 2025 06:45 WIB
Ilustrasi

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menggeser arah kebijakan ekonomi dengan berfokus pada penguatan sisi permintaan (demand). Hal ini dilakukan untuk menahan laju pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terus meningkat.

Langkah ini dibarengi dengan sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter guna memastikan dunia usaha mendapatkan akses modal kerja yang memadai di tengah kelesuan pasar.

Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, sepanjang Januari hingga November 2025, jumlah pekerja yang terkena PHK mencapai 79.302 orang. Fenomena ini dipicu perlambatan aktivitas usaha yang terasa signifikan dalam sepuluh bulan terakhir.

Baca juga : Cak Imin Dan Seskab Bahas Urusan Bencana Sumatera

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, lonjakan angka PHK saat ini bukan disebabkan oleh kurangnya insentif dari Pemerintah, melainkan lemahnya daya serap pasar terhadap produk industri.

“Pemutusan hubungan kerja terjadi ketika permintaannya sangat lemah. Kalau permintaan kita dorong, kondisi akan membaik,” ujar Purbaya, dalam konferensi pers, di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini menjelaskan, tekanan ekonomi sepanjang tahun 2025 telah memukul sektor industri secara merata. “Kondisi tersebut membuat PHK meningkat di berbagai daerah,” katanya.

Baca juga : Demokrat Aceh Teguhkan Nilai Perjuangan Partai

Sebagai respons, Kementerian Keuangan memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk memastikan kebijakan fiskal dan moneter berjalan beriringan. Fokus utamanya adalah mempermudah akses modal kerja bagi pelaku usaha.

“Agar dunia usaha tumbuh kembali, kebijakan kami ubah dan kami sinkronkan dengan bank sentral,” tutur Purbaya.

Adsense

Ia optimistis, sinkronisasi ini akan menjadi titik balik bagi target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen pada 2026. 

Baca juga : 11 OTT, 118 Tersangka, Pulihkan Aset Rp 1,53 T

“Saya yakin tahun depan akan lebih baik karena kebijakan fiskal dan moneter lebih sinkron,” tambahnya.

Sementara, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menerangkan, tekanan pada lapangan kerja tidak lepas dari faktor eksternal, seperti ketidakpastian geopolitik dan perang tarif global. Hampir semua negara menghadapi tantangan serupa. Yassierli pun menekankan pentingnya mendongkrak produktivitas di dalam negeri. 

“Produktivitas adalah fondasi. Jika produktivitas naik, peluang kerja akan terbuka lebih luas,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense