Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Tantangan Cristian Chivu membawa Inter menang atas tim-tim raksasa. Sebaliknya, tantangan bagi Atalanta yang belum pernah mengalahkan Inter sejak 2018.
Inter Milan akan melanjutkan ambisinya merebut gelar scudetto saat bertandang ke markas Atalanta, besok pukul 02.45 WIB. Laga ini menjadi penutup kalender Serie A 2025 bagi kedua tim, sekaligus mempertemukan dua klub yang sama-sama berjuluk Nerazzurri (Biru Hitam).
Inter datang ke Bergamo dengan kepercayaan diri tinggi dan misi memperpanjang dominasi atas Atalanta, yang dalam beberapa tahun terakhir kerap kesulitan menghadapi raksasa asal Milan tersebut.
Baca juga : MotoGP 2026, Marco Bezzecchi Jadi Andalan Aprilia
Inter baru saja merebut puncak klasemen Serie A usai menang 2-1 atas Genoa. Hasil itu membuat pasukan Cristian Chivu unggul satu poin atas AC Milan dan dua angka di atas Napoli. Namun, momentum tersebut sempat terganggu setelah Inter gagal menjuarai Supercoppa Italiana di Arab Saudi, tersingkir lewat adu penalti dari Bologna pada babak semifinal.
Kegagalan tersebut kembali memunculkan tanda tanya terkait kapasitas Chivu dalam laga besar, terutama setelah sebelumnya Inter menelan kekalahan dari Liverpool, Atletico Madrid, Milan, Juventus, dan Napoli. Meski demikian, Inter tetap tampil meyakinkan saat menghadapi tim-tim papan bawah. Dalam beberapa pekan terak hir, Inter mencetak delapan gol. Catatan itu menegaskan status mereka sebagai tim dengan lini serang paling tajam di Serie A musim ini.
Rekor pertemuan juga berpihak pada Inter. Atalanta kalah dalam enam pertemuan liga terakhir dan belum mampu mengalahkan Inter dalam 13 laga Serie A beruntun. Bahkan, La Dea belum mencatatkan kemenangan liga atas rival regionalnya sejak November 2018.
Baca juga : Pengibaran Bendera GAM Sarat Provokasi Politik
Di sisi lain, Atalanta perlahan bangkit di bawah arahan pelatih anyar Raffaele Palladino. Kemenangan dramatis atas Genoa pada laga terakhir Serie A, melalui gol menit akhir Isak Hien, mengangkat kepercayaan diri tim, meski mereka unggul jumlah pemain hampir sepanjang pertandingan.
Hasil tersebut membawa Atalanta naik ke paruh atas klasemen, sekaligus menandai kebangkitan setelah awal era pasca-Gian Piero Gasperini yang mengecewakan.
Mereka juga mencuri perhatian di Eropa dengan menaklukkan Chelsea dan kini berpeluang finis di delapan besar fase liga Liga Champions. Atalanta mencatat empat kemenangan kandang beruntun di semua kompetisi, namun menutup tahun dengan menghadapi Inter jelas menjadi ujian terberat bagi mereka. [JON]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya