BREAKING NEWS
 

Lewat Program Makanan Bergizi, YBM PLN UIP JBB Perkuat Pencegahan Stunting

Reporter : IRMA YULIA
Editor : SRI NURGANINGSIH
Rabu, 31 Desember 2025 15:01 WIB
Yayasan Baitul Maal PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat menggelar gizi terpadu bagi balita stunting dan keluarga berisiko di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. (Foto: Dok. Yayasan Baitul Maal PLN UIP JBB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Yayasan Baitul Maal PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (YBM PLN UIP JBB) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, melalui intervensi gizi terpadu bagi balita stunting dan keluarga berisiko di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Ketua YBM PLN UIP Jawa Bagian Barat, Reza Zuliadi mengatakan, program ini bersumber dari penyaluran zakat pegawai PLN yang diarahkan untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting di wilayah dengan tingkat kasus yang masih relatif tinggi.

Data Pemerintah menunjukkan, Kecamatan Cilincing memiliki sekitar 300 balita stunting, sehingga diperlukan upaya penanganan yang konsisten dan berkelanjutan.

Begitu juga, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022 mencatat prevalensi stunting nasional sebesar 21,6 persen, masih berada di atas target nasional 14 persen.

Kondisi tersebut, kata dia, menegaskan urgensi intervensi gizi yang tepat sasaran, terukur, dan berbasis keluarga, terutama bagi kelompok masyarakat rentan.

Karenanya, melalui program ini, YBM PLN UIP JBB memberikan dukungan berupa pemeriksaan kesehatan balita, pemantauan tumbuh kembang, serta pemberian makanan tambahan bergizi selama tiga bulan.

Ia menbahkan, intervensi ini dirancang untuk memastikan hasil yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Baca juga : Berkat Video Viral Zulkarnain, Relawan Pertamina Tembus Kampung Sunting

"Sebanyak 129 balita menjadi sasaran program, terdiri atas 49 balita dengan status gizi kurang dan 80 balita dengan kondisi berat badan di bawah standar," ujar Reza, dalam keterangannya, Rabu (31/12/2025).

Ia berharap, setelah periode pendampingan, para penerima manfaat mengalami peningkatan status gizi yang signifikan.

Selain itu, penyaluran bantuan dilakukan bekerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Cilincing agar manfaat program dapat diterima secara langsung oleh ibu dan anak yang membutuhkan, sekaligus memperkuat pendampingan di tingkat keluarga.

“YBM memastikan setiap rupiah zakat pegawai memberikan perubahan yang dapat diukur. Pendampingan gizi selama tiga bulan dirancang agar proses pemantauan berjalan efektif dan hasilnya terlihat nyata," ujar Reza.

Penanganan stunting membutuhkan konsistensi, bukan sekadar bantuan sesaat.

Adsense

Pihaknya juga akan terus mengembangkan program serupa di wilayah Jakarta dan Banten, sesuai kebutuhan masyarakat.

Di kesempatan yang sama, Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan YBM PLN UIP Jawa Bagian Barat, Wilya Marlinda menegaskan, pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran zakat, saat pembukaan program di Kantor Kecamatan Cilincing, pada 27 November 2025.

Baca juga : HUT Ketujuh Pertamina Hulu Rokan Perkuat Ketangguhan Energi

“Amanah zakat pegawai harus sampai kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan. Kolaborasi dengan TP PKK memastikan bantuan makanan bergizi diterima langsung oleh penerima manfaat sehingga intervensi yang dilakukan relevan dan tepat guna," ujar Wilya. 

Adapun, program pencegahan stunting ini turut diperkuat dengan dukungan PLN UIP JBB melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Srikandi Care berupa pembangunan unit kemandirian pangan berbasis budidaya ikan dan ayam.

Menurutnya, inisiatif tersebut bertujuan meningkatkan ketahanan pangan keluarga, memperluas akses sumber protein, serta memastikan keberlanjutan hasil intervensi gizi secara mandiri di wilayah Cilincing.

Sementara itu, General Manager PLN UIP JBB Yasir menilai, sinergi antara zakat pegawai melalui YBM dan program TJSL mencerminkan komitmen menyeluruh PLN dalam pembangunan sosial.

“Intervensi gizi dari YBM dan penguatan ketahanan pangan melalui TJSL Srikandi Care saling melengkapi," tuturnya.

Selain itu, kontribusi pegawai dan perusahaan dapat berjalan beriringan untuk menghadirkan manfaat yang lebih komprehensif bagi masyarakat, khususnya bagi kesehatan dan masa depan anak-anak.

Dengan intervensi gizi yang terukur, pendampingan keluarga, serta penguatan kemandirian pangan, maka program ini diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam menurunkan angka stunting di Kecamatan Cilincing.

Baca juga : Rakor Pengamanan Nataru, Jasa Raharja Perkuat Sinergi Lintas Sektor

"Ke depan, inisiatif serupa diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain agar manfaat zakat pegawai PLN menjangkau lebih luas dan berkelanjutan," ujar Yasir. 

Apresiasi juga disampaikan Wakil Ketua TP PKK Kecamatan Cilincing, Heni Heryani. Menurutnya, kolaborasi lintas pihak memiliki peran strategis dalam penanganan stunting.

Menurutnya, intervensi gizi tidak hanya berdampak pada kondisi balita, tetapi juga meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pengasuhan dan pola makan sehat.

"Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut agar dapat menjangkau lebih banyak warga,” pungkas Yasir.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense