RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengakselerasi pengembangan kawasan industri guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat ketahanan sektor-sektor strategis. Ke depan, kawasan industri tematik akan diarahkan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) maupun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sesuai karakteristik dan kebutuhan pembangunan jangka panjang.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pihaknya saat ini mendorong pembentukan kawasan industri yang sejalan dengan kebijakan prioritas pemerintah.
“Kami akan mengupayakan pembentukan kawasan industri yang nantinya bisa kami arahkan menjadi PSN atau KEK. Hal ini sangat tergantung pada tema atau tematik kawasan tersebut, agar benar-benar selaras dengan apa yang dibutuhkan oleh negara,” kata Agus, di Jakarta, Jumat (2/1/2025).
Menurut Agus, pengembangan kawasan industri ke depan tidak semata berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperkuat ketahanan nasional, khususnya ketahanan energi dan ketahanan pangan.
“Yang akan kami lihat, kawasan industri itu harus in line atau paralel dengan kebijakan kita. Misalnya kebijakan ketahanan energi dan kebijakan ketahanan pangan,” ujarnya.
Baca juga : PIS-PAL Tandatangani MoU, Perkuat Armada dan Industri Maritim Nasional
Selain itu, pengembangan kawasan industri juga diarahkan untuk mendukung pelaksanaan Asta Cita, khususnya Asta Cita kelima tentang layanan kesehatan yang berkualitas, adil, dan merata. Dalam konteks industri, kebijakan tersebut diterjemahkan sebagai upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian sektor kesehatan nasional.
“Sebetulnya kata lain dari itu adalah ketahanan di bidang kesehatan, atau kesehatan yang berdikari. Kawasan-kawasan industri, PSN, maupun KEK yang akan kami kembangkan ke depan, akan kami arahkan juga ke sana,” tegas Agus.
Sebagai langkah konkret, Kemenperin telah menerima proposal dari sebuah grup usaha besar untuk membangun kawasan industri tematik bernama Biotown. Kawasan ini dirancang sebagai pusat pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan nasional.
“Dari Biotown ini, diharapkan akan memperkuat kemampuan Indonesia dalam memproduksi obat-obatan dan alat-alat kesehatan,” ujar Agus.
Dia menambahkan, konsep Biotown menitikberatkan pada pemanfaatan sumber daya alam Indonesia sebagai basis produksi, terutama bahan baku herbal dan sumber hayati.
Baca juga : Menperin Pacu Kawasan Industri Tematik, Singgung Soal Biotown
“Yang lebih menarik lagi, obat-obatan yang dikembangkan nantinya akan berbasis sumber daya alam Indonesia, berbasis herbal, dan berbasis apa yang dihasilkan oleh kekayaan alam kita sendiri,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (Plt Sekjen DN KEK) Rizal Edwin Manansang mengatakan, penetapan enam KEK baru pada 2026 mendapat respons positif dari investor global. Investor dari China, Jepang, dan Eropa telah menyampaikan minat serta rencana bisnisnya.
Enam KEK baru tersebut akan berlokasi di Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi, dengan fokus sektor yang beragam, terutama hilirisasi dan teknologi maju.
“Sektornya ada yang mobil listrik, kemudian juga ada yang hilirisasi batubara, hilirisasi aluminium, dan petrokimia,” tutur Rizal.
Menurut Rizal, para investor juga telah menyampaikan rencana pembangunan infrastruktur serta proyeksi penyerapan tenaga kerja. Pembangunan yang dilakukan pengembang kawasan di dalam KEK diyakini akan menjadi daya tarik bagi investor lain.
Baca juga : HKI Genjot Investasi Kawasan Industri 2026, Soroti Masalah Tata Ruang
“Jadi developer melakukan pembangunan di dalam KEK. Dengan demikian nanti ada infrastrukturnya dan dapat menarik investor lain masuk,” katanya.
Rizal menambahkan, KEK memiliki empat keunggulan utama, yakni layanan perizinan terpadu satu pintu, penguatan infrastruktur dan penyelarasan regulasi, fleksibilitas sektor usaha, serta insentif fiskal dan nonfiskal yang kompetitif.
“Keunggulan-keunggulan tersebut menjadikan KEK sebagai pusat strategis investasi dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.