BREAKING NEWS
 

Cegah Beras Disalahgunakan, Bulog Salurkan SPHP Langsung Ke Pengecer

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Minggu, 4 Januari 2026 06:30 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (berdiri) didampingi sejumlah Direksi Perum Bulog saat memaparkan capaian kinerja strategis Bulog sepanjang tahun 2025 dan langkah utama yang akan diambil tahun ini dalam Konferensi Pers di Jakarta, Jumat (2/1/2025). (Foto: Humas Bulog)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perum Bulog mengubah skema pendistribusian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang semula melalui grosir, kini langsung ke pengecer dan ritel. Langkah itu diambil untuk mencegah komoditas itu disalahgunakan.

Beras SPHP kerap dioplos oleh oknum tidak bertanggung jawab sehingga kualitas beras menurun. 

Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, penyaluran beras SPHP sangat penting untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. 

Baca juga : Warga Pesisir Diimbau Waspada Banjir Susulan

"Penyaluran SPHP, khusus di tahun ini agak berbeda. Kalau dulu penyaluran SPHP diserahkan ke grosir-grosir, sehingga capaiannya lebih besar. Tapi dampaknya, berasnya dioplos," ujar Rizal dalam konferensi pers bertema Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategi 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026). 

Diakui Rizal, perubahan jalur distribusi tersebut sebenarnya mulai dilakukan pada 2025. Dan dampaknya, realisasi penyaluran beras SPHP sepanjang 2025 lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yakni sebesar 802.939 ton, alias tak sampai satu juta ton. 

Realisasi ini lebih rendah terlihat dari distribusi 2022 hingga 2024 yang berada di atas 1 juta ton per tahun. 

Baca juga : Manchester City Vs Chelsea, Berharap Keajaiban

Rinciannya, 2022 tersalurkan 1,3 juta ton, sementara pada 2023 menjadi 1,196 juta ton atau 110,30 persen dari target 1,085 juta ton. Lalu di 2024, penyaluran beras SPHP mencapai 1,401 juta ton atau 100,12 persen dari target 1,4 juta ton. 

"Kami potong rantai distribusi 1 dan 2, jadi dari Bulog langsung ke para pengecer sampai dengan ritel-ritel. Makanya, realisasinya rendah," jelasnya. 

Dengan memotong rantai distribusi, kata dia, pihaknya ingin memastikan beras tidak dioplos dan harganya tetap terjangkau. Tahun ini, sambung dia, pihaknya ditugaskan menyalurkan sebanyak 1,5 juta ton beras SPHP. Penyalurannya akan disalurkan tidak hanya lewat pengecer dan ritel, tetapi juga melalui GPM (Gerakan Pangan Murah). 

Baca juga : Malaysia Cup 2026, Indonesia Ancaman Bagi Tuan Rumah

Selain penugasan pendistribusian beras SPHP, Perum Bulog telah menyiapkan langkah strategis dalam penugasan penyerapan gabah atau beras setara 4 juta ton, jagung sebesar 1 juta ton dan penyerapan minyak goreng sebanyak 35 persen DMO (Domestic Market Obligation), yang dialokasikan untuk 3 BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Pangan, yaitu Bulog, ID Food dan Agrinas Palma. 

Ia melanjutkan, target penyerapan 4 juta ton setara beras dan jagung 1 juta ton adalah amanah besar. 

"Ini adalah upaya konkret negara untuk memastikan, hasil panen petani terserap optimal, harga terjaga dan cadangan pangan nasional semakin kuat,” katanya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense