BREAKING NEWS
 

Cegah Beras Disalahgunakan, Bulog Salurkan SPHP Langsung Ke Pengecer

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Minggu, 4 Januari 2026 06:30 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (berdiri) didampingi sejumlah Direksi Perum Bulog saat memaparkan capaian kinerja strategis Bulog sepanjang tahun 2025 dan langkah utama yang akan diambil tahun ini dalam Konferensi Pers di Jakarta, Jumat (2/1/2025). (Foto: Humas Bulog)

 Sebelumnya 
Hingga 31 Desember 2025, pihaknya mencatat pengadaan beras nasional setara beras sebesar 3.191.969 ton, berasal dari penyerapan 4.537.490 ton Gabah Kering Panen (GKP), 6.863 ton Gabah Kering Giling (GKG), serta 765.504 ton beras. 

Menurutnya, capaian ini menjadi fondasi strategis dalam memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP), sekaligus menjaga kesinambungan produksi dan pendapatan petani. 

"Penyerapan GKP tersebut, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Perum Bulog didirikan," bebernya. 

Baca juga : Warga Pesisir Diimbau Waspada Banjir Susulan

Selama ini pihaknya turun langsung ke petani untuk memastikan gabah terserap dengan harga sesuai ketentuan Pemerintah. 

"Ini bukan sekadar angka. Tetapi, bentuk nyata keberpihakan negara kepada petani dan fondasi penting menuju swasembada pangan,” tegasnya. 

Sementara, dalam upaya memperluas akses pangan terjangkau, pihaknya bersama Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) turut menggelar GPM serentak di 4.337 titik di seluruh Indonesia. 

Baca juga : Manchester City Vs Chelsea, Berharap Keajaiban

Alhasil, langkah tersebut turut mengantarkan Bulog meraih penghargaan dari MURI. 

Kini, bila dilihat dari sisi kesiapan cadangan, hingga akhir 2025 stok PSO Bulog tercatat sebesar 3,25 juta ton, melanjutkan tren positif setelah pencapaian stok tertinggi sepanjang sejarah sekitar 4,2 juta ton pada pertengahan 2025. 

Dalam situasi darurat, pihaknya tetap mampu menyalurkan bantuan bencana sebesar 14.227 ton di wilayah Sumatera, dengan distribusi mencakup aceh sebesar 8.676 ton, Sumatera Utara 4.482 ton dan Sumatera Barat 1.069 ton. 

Baca juga : Malaysia Cup 2026, Indonesia Ancaman Bagi Tuan Rumah

Ia menilai, penyaluran ini mencerminkan tingginya kebutuhan respons darurat pangan di kawasan Sumatera, sebagai salah satu wilayah dengan intensitas risiko bencana yang signifikan. 

“Ketahanan pangan juga berarti kesiapan negara hadir dalam kondisi darurat. Bulog memastikan, bantuan bencana tersedia, cepat dan tepat sasaran,” terangnya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense