RM.id Rakyat Merdeka - PT Ekspansi Bisnis Indonesia (XPND) resmi meluncurkan layanan terintegrasi bertajuk The Indonesia Gateway: Accelerating Business Expansion 2026. Program ini diperkenalkan di kantor pusat XPND, Jakarta, sebagai solusi pendampingan bagi perusahaan asing dan investor global yang ingin masuk dan mengembangkan bisnis di Indonesia.
Peluncuran layanan tersebut sejalan dengan momentum Indonesia menuju 2026 yang dipandang sebagai fase strategis dalam menarik arus investasi asing.
Di tengah pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya minat investor internasional, tantangan regulasi dan operasional masih kerap menjadi penghambat utama realisasi investasi.
Baca juga : AFC Percayakan Wasit Indonesia di Piala Asia U-23 2026 Arab Saudi
Perbedaan sistem hukum, proses perizinan yang kompleks, serta kebutuhan pemahaman terhadap praktik bisnis lokal sering kali membuat perusahaan asing membutuhkan waktu lebih panjang sebelum dapat beroperasi secara optimal di Indonesia.
Melalui The Indonesia Gateway, XPND menawarkan pendekatan layanan terpadu yang mencakup perencanaan strategi, pendirian badan usaha, hingga kesiapan operasional dalam satu kerangka kerja. Inisiatif ini dirancang untuk membantu perusahaan asing menavigasi proses masuk pasar secara lebih jelas, terukur, dan sesuai regulasi.
Chairman XPND, Agustianto Batubara, menilai Indonesia memiliki daya tarik besar bagi investor global, namun memerlukan pendekatan yang tepat dalam hal kepatuhan dan struktur bisnis.
Baca juga : APKI Tunjuk Suhendra Wiriadinata Jadi Ketum Hingga Akhir 2026
“Indonesia menawarkan peluang yang luas, tetapi juga memiliki karakter regulasi yang spesifik. Kehadiran The Indonesia Gateway diharapkan dapat membantu investor memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan bisnis Indonesia secara lebih sistematis,” ujarnya Rabu, (14/1/2026).
Dalam implementasinya, XPND membangun ekosistem layanan yang mencakup empat area utama, yakni konsultasi strategi masuk pasar, pendirian badan usaha, layanan keimigrasian, serta dukungan operasional bisnis. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kebutuhan perusahaan asing sejak tahap awal hingga operasional berjalan.
CEO XPND, Vidvant Brahmantyo, menambahkan bahwa banyak perusahaan menghadapi kendala pada fase awal operasional, bukan karena kualitas produk atau layanan, melainkan akibat kompleksitas administrasi dan kepatuhan.
Baca juga : Grab Indonesia Siapkan Strategi Bisnis Kejar Pertumbuhan Jelang Ramadan 2026
“Dengan pendekatan yang terintegrasi, perusahaan dapat menyiapkan struktur bisnis dan operasional sejak awal sehingga proses ekspansi dapat berjalan lebih efektif,” katanya.
Ke depan, XPND berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan konsultasi dan pendampingan bagi investor asing yang ingin menyusun rencana masuk pasar Indonesia secara lebih matang. Perusahaan juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mendukung terciptanya ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.