Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Perkenalkan Identitas Indonesia Ke Tingkat Global
Budaya Tempe Menuju UNESCO
Selasa, 23 Desember 2025 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menargetkan Budaya Tempe masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 2026. Selain sebagai pangan tradisional, tempe dinilai memiliki nilai budaya, ekonomi dan diplomasi yang kuat untuk memperkenalkan identitas Indonesia di tingkat global.
Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) tengah memperjuangkan Budaya Tempe agar dapat diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada 2026.
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menekankan pentingnya keterlibatan para ahli pangan, koki, serta pelaku usaha kuliner mengembangkan olahan tempe agar tampil lebih inovatif dan menarik, sekaligus memperkuat posisinya sebagai duta kuliner Indonesia.
“Tempe sebagai salah satu sumber protein nabati. Kita harapkan para chef dan para ahli, terutama yang memiliki kearifan lokal, dapat menjadikan tempe semakin kreatif, baik dari bentuk maupun rasa, sehingga bisa menjadi sarana gastrodiplomasi,” ujar Fadli dalam Festival Budaya Tempe Goes to UNESCO di Jakarta, Minggu (21/12/2025).
Baca juga : Kapolri: Berikan Pelayanan Terbaik, Waspada Bencana
Selain inovasi kuliner, Fadli menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia perajin tempe juga menjadi faktor krusial. Menurut dia, lokakarya dan pelatihan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar perajin mampu menghasilkan tempe dengan mutu yang lebih baik.
“Bagaimana membuat tempe yang higienis, sehat, dan mungkin menggunakan bahan-bahan yang lebih organik. Itu akan meningkatkan nilai tempe,” katanya.
Menurutnya, peningkatan kualitas produk akan berdampak langsung pada nilai ekonomi, sehingga para perajin berpeluang memperoleh pendapatan yang lebih tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Fadli juga menyinggung tantangan utama pengembangan tempe, yakni keterbatasan pasokan bahan baku. Produksi kedelai nasional yang belum mencukupi membuat Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan industri tahu dan tempe.
Baca juga : Pimpinan Komisi VIII Dukung Kebijakan BGN
“Mudah-mudahan dengan kemajuan teknologi pertanian, para ahli pertanian kita dapat memproduksi kedelai sendiri sehingga bahan baku tempe bisa berasal dari dalam negeri,” ujarnya.
Politisi Partai Gerindra itu menilai, tempe bukan sekadar pangan, melainkan bagian dari tradisi dan identitas budaya masyarakat Indonesia yang patut dijaga keberlangsungannya.
Tempe ditempatkan sebagai pangan lokal yang masuk dalam objek pemajuan kebudayaan.
“Ini juga bagian dari ekonomi budaya. Pangan lokal mengandung ekspresi budaya di dalamnya dan tidak bisa dipisahkan dari cultural expression,” tegasnya.
Baca juga : Musyawarah Daerah Tak Boleh Terpengaruh Konflik Internal
Sebagai bagian dari upaya pelestarian, Kemenbud telah mengajukan Budaya Tempe untuk ditetapkan sebagai WBTb UNESCO. Salah satu rangkaian penguatan publik dilakukan melalui Festival Budaya Tempe Goes to UNESCO yang digelar di halaman Kantor Kemenbud, Jakarta. ASI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Selasa, 23 Desember 2025 dengan judul "Perkenalkan Identitas Indonesia Ke Tingkat Global Budaya Tempe Menuju UNESCO"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya