BREAKING NEWS
 

Perkuat Fondasi Panas Bumi Nasional

PGE Siap Menjadi Tulang Punggung Transisi Energi

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Sabtu, 17 Januari 2026 06:30 WIB
Direktur Operasi PGE Ahmad Yani. (Foto: Dok. PGE)

 Sebelumnya 
Karena itu, Fahmy menegaskan pentingnya dukungan Pemerintah dalam mempercepat pengembangan panas bumi. Khususnya terkait kesiapan infrastruktur dan pembangunan interkoneksi antarpulau untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan listrik. 

“Apabila infrastruktur sudah tersedia, akan lebih menarik bagi investor untuk menggali potensi panas bumi sebagai sumber energi,” sarannya. 

Kembangkan Beyond Electricity 

Lebih dari sekadar penyedia listrik, PGE secara konsisten mengembangkan panas bumi sebagai sumber energi bernilai tambah. Sebagai world class green energy company, PGE memandang panas bumi tidak hanya sebagai sumber listrik, juga memiliki potensi luas untuk pemanfaatan lanjutan. 

Baca juga : Pelanggaran Lalin Di Jakarta Kini Dideteksi Secara Digital

“Seiring terbukanya peluang komersial, pengembangan green hydrogen dan green ammonia diproyeksikan tumbuh signifikan di pasar domestik pada 2030 dan menjadi bagian dari arah strategis perseroan,” ujar Ahmad. 

Sejalan dengan strategi tersebut, PGE mengembangkan konsep Beyond Electricity melalui Pilot Project Green Hydrogen Ulubelu, serta inisiasi pengembangan green data center berbasis panas bumi. 

“Inisiatif ini memperluas peran panas bumi dalam mendukung ekosistem energi bersih dan penguatan ekonomi hijau nasional,” katanya. 

Baca juga : Manchester United Vs Manchester City, Derby Kurang Meyakinkan

Dalam mengembangkan potensi panas bumi nasional, PGE juga konsisten menerapkan praktik bisnis berkelanjutan dan bertanggung jawab. 

Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai program yang menjawab tantangan ekonomi, sosial, dan lingkungan, sekaligus mendorong pemanfaatan panas bumi untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. 

Inisiatif tersebut antara lain inovasi melon geothermal di Ulubelu, Lampung, pengembangan Pupuk Booster Katrili di Lahendong, Sulawesi Utara, serta penerapan teknologi Geothermal Dry House untuk pengeringan kopi di Kamojang, Jawa Barat. 

Baca juga : Tak Pernah Naik Podium, Hamilton Siap Didepak Ferrari

Ahmad menyebut, berbagai upaya tersebut telah membuahkan hasil nyata. Pada 2025, PGE menggelar Panen Raya Katrili untuk empat komoditas bersama petani di Tonsewer, Minahasa, Sulawesi Utara. Sekaligus mengantarkan petani kopi Kamojang mencatatkan ekspor perdana ke pasar Asia dan Eropa. 

“Ke depan, PGE akan terus melanjutkan langkah-langkah strategis secara terukur dan berkelanjutan,” tukasnya. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense