RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis pada awal perdagangan Selasa (27/1/2026). Rupiah naik 0,01 persen ke level Rp 16.780 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp16.782 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi terhadap dolar AS. Won Korea Selatan melemah 0,57 persen, baht Thailand turun 0,37 persen, yen Jepang melemah 0,1 persen, dan yuan China turun 0,06 persen. Sementara itu, ringgit Malaysia melemah 0,03 persen dan dolar Singapura turun tipis 0,008 persen. Di sisi lain, dolar Taiwan menguat 0,04 persen dan dolar Hong Kong naik tipis 0,004 persen.
Baca juga : Rupiah Senin Pagi Menguat Ke Level Rp 16.785
Indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia terpantau stagnan di level 96,88. Adapun rupiah juga menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya. Terhadap poundsterling Inggris, rupiah naik 0,12 persen ke level Rp 22.941, sedangkan terhadap dolar Australia menguat 0,13 persen ke posisi Rp 11.598.
Analis pasar keuangan Lukman Leong menilai pasar telah memperhitungkan hasil tersebut sejak jauh hari, sehingga dampaknya terhadap pergerakan rupiah relatif terbatas. Ia menyebutkan, kejutan justru berpotensi terjadi apabila Thomas tidak terpilih.
Baca juga : Rupiah Menguat Ke Rp 16.853 Per Dolar AS Jelang Akhir Pekan
“Namun hal tersebut pada dasarnya sudah priced in dan diperkirakan oleh investor. Sebaliknya, apabila tidak jadi, justru akan menjadi sentimen positif,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).
Menurut Lukman, sikap kehati-hatian pasar sebelumnya lebih dipicu oleh kekhawatiran terhadap independensi bank sentral. Investor mencermati potensi risiko apabila kebijakan Bank Indonesia (BI) ke depan dinilai tidak sepenuhnya berbasis data ekonomi, melainkan mengikuti tuntutan pemerintah. Kekhawatiran serupa juga mengemuka terhadap The Federal Reserve (The Fed) di tengah tekanan politik di Amerika Serikat.
Baca juga : Rupiah Dibuka Menguat Tipis Ke Level Rp 16.929 Per Dolar AS
“Risiko tersebut saat ini sudah tercermin dalam pergerakan rupiah. Karena itu, reaksi pasar terbilang minim,” katanya.
Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah akan bergerak menguat di kisaran Rp 16.750 hingga Rp 16.900 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.