BREAKING NEWS
 

Jetty Kilang Balongan Jadi Penopang Distribusi Energi Nasional

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Sabtu, 31 Januari 2026 16:54 WIB
Kapal PIS Cinta sedang melakukan proses pemuatan Avtur hasil pengolahan Kilang Pertamina Balongan di area Terminal Khusus Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Kamis, (29/01/2026). (Foto: Pertamina)

RM.id  Rakyat Merdeka - Terminal Khusus (Tersus) atau Jetty Kilang Balongan milik PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) VI Balongan berperan sebagai simpul strategis dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional, khususnya untuk wilayah Jakarta, Banten, dan sebagian besar Jawa bagian barat.

Fasilitas ini menjadi bagian penting dari rantai pasok energi nasional melalui penyaluran berbagai produk hasil olahan kilang, mulai dari Bahan Bakar Minyak (BBM), Bahan Bakar Khusus (BBK), non-BBM, hingga petrokimia.

Section Head Supply Chain & Distribution KPI RU VI Balongan Ahmad Reza mengatakan, Terminal Khusus Balongan berfungsi sebagai terminal sekaligus pelabuhan khusus untuk pemuatan dan distribusi produk energi, termasuk Avtur yang dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia.

“Distribusi Avtur dilakukan ke Jakarta dan sekitarnya, serta ke sejumlah daerah lain seperti Pontianak, Banjarmasin, Kotabaru, hingga kawasan Indonesia Timur sesuai perencanaan kebutuhan,” kata Ahmad Reza di Indramayu, Sabtu (31/1/2026).

Baca juga : Aston Villa Menang Dramatis, Finis Runner-up Fase Liga

Ia menjelaskan, proses distribusi dimulai dari perencanaan kebutuhan, dilanjutkan dengan pemuatan produk di Terminal Khusus Balongan, sebelum kapal diberangkatkan ke wilayah tujuan. Seluruh tahapan distribusi dilakukan sesuai standar operasional untuk menjamin aspek keselamatan dan ketepatan waktu.

Kilang Balongan saat ini merupakan unit pengolahan minyak mentah dengan tingkat kompleksitas tertinggi di Indonesia. Kapasitas pengolahan kilang mencapai 150 ribu barel per hari (KBPD) dengan produk utama berupa gasoline, gasoil, avtur, serta produk non-BBM seperti propylene dan LPG.

Sebanyak 82 persen hasil produksi Kilang Balongan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan energi wilayah Jakarta dan Jawa Barat, sementara sisanya didistribusikan ke wilayah lain di Indonesia serta untuk ekspor produk decant oil.

Adsense

Selain terminal khusus, Kilang Balongan juga didukung fasilitas Single Point Mooring (SPM) yang berada sekitar 18 kilometer dari daratan. Fasilitas ini berfungsi sebagai titik sandar kapal tanker pengangkut minyak mentah dan sebagian produk kilang yang disalurkan melalui pipa bawah laut.

Baca juga : Kerangka SPMF Didorong Jadi Acuan Pertanian Berkelanjutan Nasional

Terdapat tiga fasilitas SPM dengan kapasitas berbeda yang mampu melayani kapal tanker berukuran 17.500 hingga 165.000 dead weight ton (DWT). SPM terbesar bahkan dapat menerima kapal tanker dengan muatan hingga sekitar satu juta barel minyak mentah.

Ahmad Reza menambahkan, faktor cuaca dan kondisi laut menjadi perhatian utama dalam proses distribusi. Seluruh pergerakan kapal dipantau melalui sistem pelacakan global positioning system (GPS) guna memastikan pengiriman berjalan tepat waktu dan meminimalkan potensi keterlambatan.

“Setiap tahapan distribusi dilakukan dengan pengawasan dan verifikasi berlapis agar produk energi sampai ke daerah tujuan dengan aman, tepat waktu, dan berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, Kilang Balongan memiliki nilai strategis karena berdekatan dengan sejumlah fasilitas energi Pertamina lainnya, seperti lapangan migas Pertamina EP dan Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) sebagai sumber bahan baku pengolahan.

Baca juga : Pemerintah Genjot Komoditas Pertanian Jadi Sumber Biofuel Nasional

Selain itu, hasil pengolahan Kilang Balongan juga mendukung kebutuhan industri dan masyarakat melalui konsumen seperti PT Polytama Propindo serta Integrated Terminal Balongan yang menjadi salah satu pintu distribusi BBM dan LPG.

“Optimalisasi infrastruktur yang saling terintegrasi merupakan komitmen Pertamina dalam menjamin pasokan energi nasional dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Baron.

Pertamina, lanjut dia, terus menjalankan transformasi bisnis dengan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung target Net Zero Emission 2060 dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense