BREAKING NEWS
 

Pasokan Pangan Lokal Memperkuat Program MBG Agar Terukur dan Tepat Sasaran

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Sabtu, 31 Januari 2026 16:38 WIB
Foto: Tedy Kroen/RM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Integrasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan potensi pangan lokal dinilai menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan fiskal sekaligus ketepatan sasaran program strategis pemerintah tersebut.

Sinergi MBG dengan inisiatif seperti Program Peternakan Ayam Merah Putih Kementerian Pertanian tidak hanya menjamin pemenuhan standar gizi nasional, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah melalui penguatan rantai pasok peternakan rakyat dan komoditas pangan lokal.

Pemanfaatan pangan lokal memungkinkan program MBG berjalan lebih efisien karena bahan pangan lebih mudah diakses, segar, dan memiliki harga yang relatif stabil.

Selain itu, pendekatan ini dinilai mampu memberdayakan masyarakat lokal secara inklusif dan bertahap, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin menilai, MBG merupakan kebijakan yang bersifat terobosan, meski masih membutuhkan evaluasi pada tataran implementasi.

Baca juga : Kapolri–Pupuk Indonesia Teken MoU, Kawal Distribusi Pupuk Agar Tepat Sasaran

“Menurut saya, MBG merupakan ide yang revolusioner. Namun, dalam pelaksanaannya masih perlu evaluasi agar dampaknya bisa optimal,” ujarnya, dikutip Sabtu (31/1/2026). 

Wijayanto juga menilai, MBG berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Meski demikian, ia menekankan pentingnya kajian lanjutan untuk memetakan dampak maksimal program tersebut dalam jangka panjang.

MBG sebagai Intervensi Spesifik Pemenuhan Gizi

Dari sisi kesehatan, Analis Kebijakan Ahli Muda Kementerian Kesehatan, dr. Agus Triwinarto, SKM., MKM, menilai pemanfaatan pangan lokal sangat relevan untuk menjamin keberlangsungan pasokan harian MBG.

Adsense

“Dengan peningkatan keragaman pangan lokal serta jaminan keamanan dan higienitas makanan, MBG yang diberikan akan sesuai dengan kecukupan gizi,” jelasnya.

Kombinasi antara pengawasan keamanan pangan, higienitas, keragaman pangan lokal bernutrisi, serta ketepatan sasaran program diyakini mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Baca juga : Pekerja Dapur Harap MBG Terus Berlanjut: Berkah dan Anugerah Buat Masyarakat

Program MBG sendiri dirancang sebagai intervensi pemerintah untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dengan sasaran mencapai 55,1 juta penerima manfaat setiap hari.

Untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045 dan menurunkan prevalensi stunting, cakupan sasaran diperluas dari siswa sekolah menjadi ibu hamil, ibu menyusui, serta bayi di bawah dua tahun.

Ketua Tim Kerja Gizi Kementerian Kesehatan, Yuni Zahraini, SKM., MKM, menjelaskan bahwa intervensi gizi spesifik difokuskan pada tiga kelompok utama.

Untuk pencegahan stunting dan masalah gizi lainnya, sasaran utamanya adalah remaja putri, ibu hamil, dan balita. Melalui MBG, intervensi ini diharapkan dapat menggantikan satu porsi makan berkualitas setiap hari.

"Dengan kandungan protein hewani yang memadai, MBG akan saling melengkapi dengan program intervensi gizi lainnya,” ujarnya.

Baca juga : RI Kini Jadi Rujukan, Jepang Pelajari Program Makan Bergizi Gratis

Keberhasilan Program MBG dinilai sangat bergantung pada keberanian pemerintah dalam melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk pada aspek tata kelola dan implementasi di lapangan.

Dengan pengelolaan yang tepat, MBG diharapkan tidak hanya menjadi pemenuhan janji politik, tetapi juga program unggulan yang berdampak nyata dalam membangun generasi emas Indonesia 2045.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense