RM.id Rakyat Merdeka - Harga emas global dalam beberapa hari terakhir mengalami koreksi jangka pendek setelah reli kuat sebelumnya. Namun, koreksi ini tidak mengubah pandangan struktural terhadap emas, yang masih diproyeksikan berada pada level tinggi dalam beberapa tahun ke depan.
Dalam laporan terbarunya, Goldman Sachs menegaskan bahwa penurunan jangka pendek emas bersifat teknikal dan volatilitas jangka pendek, sementara faktor utama pendukung harga emas tetap utuh. Permintaan dari bank sentral, lindung nilai terhadap risiko kebijakan global, serta minat investor institusional dinilai bersifat “sticky” dan tidak mudah berbalik arah.
Di tengah kondisi tersebut, PT Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS) justru berada pada posisi yang semakin menarik. Harga saham EMAS saat ini masih mencerminkan asumsi konservatif, sementara realisasi harga emas global berada jauh di atas asumsi tersebut.
Baca juga : Dubes Desra Percaya Terima Buku Rasa Bhayangkara Nusantara
Beberapa poin utama yang mendukung EMAS:
• Koreksi emas bersifat jangka pendek, sementara outlook jangka menengah–panjang tetap positif.
• EMAS akan segera memasuki fase produksi, dengan Proyek Emas Pani diproyeksikan menghasilkan lebih dari 90.000 ounce emas per tahun pada tahap awal.
Baca juga : Dengan SAKEDAP, Perpusnas Perkuat Tata Kelola Serah Simpan Nasional
• Struktur biaya yang kompetitif membuat EMAS tetap resilient dalam berbagai skenario harga emas.
• Leverage ke harga emas tetap besar, sehingga normalisasi sentimen pasar berpotensi langsung tercermin pada kinerja EMAS.
Dengan kata lain, pelemahan harga emas saat ini lebih merupakan noise, bukan perubahan arah. Fundamental EMAS terus bergerak ke fase yang lebih matang, sementara valuasi sahamnya masih tertinggal dari realitas harga emas global.
Baca juga : Aktivitas Internet Melonjak, Negara Perkuat Pengawasan Digital
Sejalan dengan pandangan Goldman Sachs bahwa koreksi emas bersifat sementara, EMAS tetap menarik dan berada pada level VALUE BUY bagi investor yang melihat melampaui volatilitas jangka pendek.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.