Dark/Light Mode

Pemerintah Harus Cari Solusi

2 Juta Anak Kena Gangguan Mental

Minggu, 2 November 2025 07:05 WIB
Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani. (Foto: Dok.DPR RI).
Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani. (Foto: Dok.DPR RI).

RM.id  Rakyat Merdeka - Senayan menyoroti data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) soal dua juta anak di Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental. Ini merupakan peringatan serius bagi seluruh pihak untuk memberikan perhatian lebih terhadap kesehatan jiwa anak dan remaja.

Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani mengatakan, angka ini bukan sekadar data statistik, tapi sinyal darurat sosial yang harus ditanggapi bersama. "Anak-anak yang mengalami tekanan mental adalah generasi masa depan bangsa. Jika tidak segera ditangani, kita berisiko kehilangan potensi besar mereka,” ujarnya, Sabtu (1/11/2025).

Diketahui, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan, ada sekitar dua juta anak yang mengalami gangguan kesehatan mental. Angka itu didapat dari data pemeriksaan kesehatan jiwa gratis yang dilakukan Kemenkes.

Baca juga : Bukti Nyata Potensi Ekraf Indonesia Mampu Bersaing

"Dari laporan yang kami terima dalam pemeriksaan kesehatan jiwa gratis dan telah menjangkau sekitar 20 juta jiwa, terdapat lebih dari dua juta anak yang mengalami gangguan kesehatan mental," kata Dante dalam acara Hari Kesehatan Jiwa Sedunia di Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Kamis (30/10/2025).

Netty mendukung langkah Kemenkes membuka data dan menyediakan layanan konseling daring atau online untuk membantu masyarakat mengakses dukungan psikologis secara mudah dan anonim. Upaya tersebut perlu diperkuat dengan pendekatan yang lebih sistematis, berkelanjutan, dan menjangkau hingga pelosok daerah. “Layanan daring sangat membantu, tapi belum semua anak memiliki akses internet," ungkap dia.

Pemerintah perlu memperkuat layanan konseling di sekolah, puskesmas, dan komunitas agar lebih inklusif atau terbuka bagi semua orang. Diharapkannya, Kemenkes menjelaskan lebih rinci cakupan dan validitas data yang dirilis terkait jumlah anak dengan gangguan mental. Tujuannya agar publik memahami konteksnya secara utuh.

Baca juga : Muhaimin Dorong Ekonomi Digital Berbasis Keadilan

Transparansi data akan membantu publik melihat persoalan ini dengan lebih tepat. Penjelasan tentang metode, cakupan, dan validitas data sangat penting, bukan untuk meragukan hasil. "Agar kita bisa bersama-sama menentukan langkah intervensi yang paling efektif,” ujar politikus PKS ini.

Dengan penjelasan yang lebih komprehensif, lanjutnya, semua pihak akan memiliki dasar yang kuat dalam merancang program pencegahan dan pendampingan anak. Sebab anak-anak sekarang hidup di era tekanan digital dan ekspektasi sosial yang tinggi. "Kita perlu membangun budaya komunikasi yang hangat di keluarga dan sekolah agar anak merasa aman untuk bercerita dan meminta bantuan,” jelasnya.

Netty bilang, perhatian terhadap pengokohan ketahanan keluarga menjadi hal yang harus terus dilakukan secara serius oleh Pemerintah. Keluarga yang memiliki ketahanan fisik, ekonomi, sosial budaya, dan psikologis spiritual tentu menjadi bagian dari solusi gangguan kesehatan mental pada anak dan remaja.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.