BREAKING NEWS
 

IHSG Masih Merah, Pemerintah Tenangkan Investor

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : ADITYA NUGROHO
Selasa, 3 Februari 2026 07:45 WIB
Ilustrasi IHSG. (Foto: Tedy Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Seharian kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih memerah. Pemerintah meminta investor tetap tenang karena pelemahan ini bersifat sementara. Pemerintah optimistis IHSG akan kembali menguat seiring reformasi pasar modal.

Sepanjang perdagangan Senin (2/2/2026), IHSG bergerak di zona merah. Pada pembukaan perdagangan pukul 09.15 WIB, indeks langsung terperosok 374,17 poin atau 4,49 persen ke level 7.955,44. 

Tekanan berlanjut hingga penutupan perdagangan. IHSG ditutup melemah 406 poin atau turun 4,88 persen ke posisi 7.922,7. Dari total saham yang diperdagangkan, tercatat hanya 58 saham menguat, 36 saham stagnan, dan 720 saham melemah. 

Merespons kondisi tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi meminta, investor tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan. Ia menyebut fluktuasi pasar merupakan bagian dari dinamika pasar modal. 

“Kita harus optimis, kita harus yakin. Pemerintah bersama pemangku kebijakan sedang bekerja untuk memperbaiki pasar modal kita,” kata Prasetyo di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026). 

Baca juga : Gerindra Hormati Asas Praduga Tak Bersalah

Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo Subianto memahami dinamika pasar modal dan tidak menunjukkan kekhawatiran berlebihan terhadap pergerakan IHSG dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah justru menjadikan kondisi ini sebagai momentum untuk melakukan pembenahan struktural.

Ia berharap, langkah reformasi yang dilakukan pemerintah dan regulator dapat memperkuat transparansi dan kredibilitas pasar modal Indonesia sehingga mampu bersaing dengan pasar global. 

“Harapannya, pasar modal kita menjadi lebih kredibel dan kompetitif. Doanya, IHSG bisa kembali menguat,” ujar Prasetyo. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, tekanan IHSG dipengaruhi perilaku investor yang dilandasi fear of missing out (FOMO). Menurutnya, sebagian investor khawatir saham yang dimiliki tergolong saham gorengan dan berpotensi terdampak regulasi baru. 

Kekhawatiran tersebut mendorong investor memilih melepas saham lebih awal, terutama saham yang dipersepsikan akan terdampak penyesuaian aturan free float menjadi 15 persen. 

Baca juga : Dinikmati 60 Juta Orang, MBG Ciptakan 1 Juta Lapangan Kerja

“Sehingga mereka melepas saham saat sekarang,” kata Airlangga di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026). 

Airlangga menjelaskan, fenomena tersebut banyak terjadi pada saham-saham yang berpotensi tidak likuid, yakni saham dengan jumlah saham beredar di publik terbatas atau aktivitas transaksinya rendah. 

Meski demikian, ia menegaskan, tidak semua saham mengalami tekanan. Saham-saham dengan fundamental yang baik justru masih menunjukkan penguatan di tengah volatilitas pasar. 

Selain itu, Airlangga mengungkapkan, pergerakan IHSG juga ditandai dengan adanya net inflow asing. Arus dana asing yang masuk mencerminkan kepercayaan investor global terhadap proses reformasi pasar modal Indonesia. 

Senada, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta, pelaku pasar modal tetap tenang. Ia menilai fluktuasi IHSG terjadi karena pasar masih menunggu kepastian terkait pimpinan definitif Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Adsense

Baca juga : BSI Resmi Naik Kelas Sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan Ke Segmen Konsumer Dan Ritel

Ketidakpastian tersebut, menurutnya, wajar dan dapat memicu volatilitas jangka pendek di bursa saham. 

“Ini masih sementara. Pasar menunggu kepastian siapa ketua OJK-nya,” ujar Purbaya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense