RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah berupaya memperluas aspek sektor manufaktur dengan membuka kesetaraan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
Langkah ini diambil untuk memastikan pertumbuhan industri nasional tidak hanya mengejar kuantitas, juga keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, penguatan sektor industri manufaktur memiliki peran strategis dalam penyerapan tenaga kerja nasional.
Baca juga : DKI Gaspol Keruk Kali Cakung Lama, Warga Ngarep Rumah Nggak Kebanjiran Lagi
Menurutnya, prinsip inklusivitas harus menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem industri.
“Kementerian Perindustrian berkomitmen memastikan agar pembangunan industri juga membuka ruang partisipasi yang setara bagi penyandang disabilitas. Jadi, mereka dapat berkontribusi secara produktif dan mandiri dalam ekosistem industri nasional,” ujar Agus dalam keterangan resminya, Senin (2/2/2026).
Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) menggandeng startup Top Loker untuk menyelenggarakan kegiatan “Pengembangan Inklusi Sektor Manufaktur untuk Disabilitas” di SLB Negeri Semarang, akhir Januari lalu.
Baca juga : Emil Audero Ditimpuk Flare, Kemenangan Inter Milan Ternodai Oknum Suporter
Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita mengungkapkan, kolaborasi ini bertujuan memangkas hambatan yang selama ini dihadapi penyandang disabilitas.
Seperti keterbatasan akses informasi dan kesenjangan kompetensi.
“Kami bersama startup Top Loker menginisiasi kegiatan ini sebagai wadah yang membuka kesempatan dan peluang bagi teman-teman disabilitas dapat berkarya dan berpartisipasi di sektor industri,” jelas Reni.
Baca juga : Kejuaraan Asia Beregu 2026, Anthony Ginting Ditunjuk Jadi Kapten Tim Putra
Data Kemenperin per Agustus 2025 menunjukkan sektor manufaktur menyerap 20,26 juta tenaga kerja atau 13,83 persen dari total tenaga kerja nasional.
Reni menilai, penyandang disabilitas memiliki potensi besar untuk mengisi kebutuhan industri yang memerlukan ketelitian dan loyalitas tinggi.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan serapan tenaga kerja penyandang disabilitas di sektor industri, sekaligus membuka akses kerja sama antara Sekolah Luar Biasa dengan industri manufaktur.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.