RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan kinerja fundamental keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025 di tengah meningkatnya volatilitas ekonomi global dan penyesuaian kebijakan moneter.
BNI berhasil menjaga pertumbuhan kredit yang sehat dan berimbang, memperkuat struktur pendanaan, serta mencatatkan perbaikan kualitas aset yang konsisten.
Hingga akhir 2025, BNI membukukan pertumbuhan kredit sebesar 15,9 persen secara tahunan (year on year/yoy), yang ditopang oleh ekspansi ke sektor-sektor produktif.
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan capaian tersebut mencerminkan ketahanan model bisnis BNI yang dibangun melalui penguatan fundamental, disiplin risiko, serta transformasi berkelanjutan.
“Sepanjang 2025 kami menghadapi tekanan eksternal yang tidak ringan, mulai dari volatilitas global hingga penyesuaian suku bunga. Namun BNI mampu menjaga pertumbuhan yang sehat dengan fokus pada pendanaan yang kuat dan ekspansi kredit ke sektor produktif,” ujar Putrama dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Dari sisi pendanaan, pertumbuhan kredit tersebut sepenuhnya didukung dana murah (CASA) yang tumbuh 28,9 persen yoy, ditopang oleh pertumbuhan dana giro sebesar 43,8 persen dan tabungan yang meningkat 11,2 persen yoy.
Baca juga : Kabupaten Mimika Raih Penghargaan UHC 2026, Cakupan JKN Tembus 98,78 Persen
Struktur pendanaan yang semakin solid tersebut menopang efisiensi biaya dana serta menjaga likuiditas perseroan di tengah dinamika pasar.
Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menyampaikan kinerja intermediasi BNI tumbuh positif dan berimbang, sejalan dengan strategi pertumbuhan kredit yang terdiversifikasi.
“Pengelolaan neraca sepanjang 2025 difokuskan pada keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi biaya dana, dan penguatan permodalan,” kata Paolo.
Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (CAR) BNI tercatat sebesar 20,7 persen, jauh di atas ketentuan regulator, sehingga memberikan ruang yang memadai untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan.
BNI juga mencatatkan akselerasi kinerja pada kuartal IV-2025 dengan Pendapatan Operasional sebelum Pencadangan (PPOP) mencapai Rp9,4 triliun, tertinggi dibandingkan tiga kuartal sebelumnya.
Sepanjang 2025, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) tercatat sebesar Rp 40,3 triliun, sementara pendapatan nonbunga tumbuh 5,2 persen yoy menjadi Rp 24,6 triliun, didorong peningkatan transaksi digital, treasury, trade finance, dan produktivitas jaringan kantor.
Baca juga : 2026, Purbaya Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen
Dari sisi kualitas aset, BNI mencatatkan perbaikan berkelanjutan dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bruto sebesar 1,9 persen atau membaik 10 basis poin yoy. Sementara itu, rasio Loan at Risk (LaR) tercatat 8,5 persen atau membaik 1,8 persen yoy.
Rasio pencadangan juga terjaga kuat, tercermin dari NPL coverage ratio sebesar 205,5 persen dan LaR coverage ratio sebesar 46,9 persen.
Dengan kombinasi pertumbuhan kredit yang sehat, pendanaan yang solid, dan kualitas aset yang membaik, BNI membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp20,0 triliun sepanjang 2025.
Selain kinerja keuangan, BNI menegaskan perannya sebagai bank nasional berkapabilitas global sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
BNI berkontribusi aktif pada berbagai program prioritas pemerintah, antara lain pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, penguatan ekonomi desa, serta pembiayaan perumahan melalui KPR FLPP.
Dalam aspek keberlanjutan, portofolio pembiayaan berkelanjutan BNI mencapai Rp197 triliun atau setara 22 persen dari total kredit, yang disalurkan ke sektor energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam, air dan limbah, serta UMKM.
Baca juga : Kinerja Solid, Laba CIMB Niaga Tumbuh 1,7 Persen Di September 2025
Direktur Risk Management BNI David Pirzada mengatakan keberlanjutan telah menjadi fondasi strategi bisnis BNI dalam menciptakan nilai jangka panjang.
“Keberlanjutan bukan sekadar kepatuhan, tetapi bagian dari strategi untuk memperkuat daya tahan dan pertumbuhan jangka panjang,” ujarnya.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, BNI menerbitkan Sustainability Bond dan Green Bond masing-masing senilai Rp5 triliun, serta memperkuat pembiayaan hijau dan sosial untuk mendukung target Net Zero Emission 2060.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.