Dark/Light Mode

Kebijakan Fiskal Dan Stimulus Berjalan Mulus

2026, Purbaya Pede Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Senin, 17 November 2025 08:05 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama sejumlah wartawan mengikuti Run for Good Journalism 2025 di Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta, Minggu (16/11/2025). Ajang lari yang digelar Forum Pemred ini, menjadi bagian dari gerakan mendukung jurnalisme berkualitas dan keberlanjutan media. (Foto: Patra Rizki Syahputra/RM)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama sejumlah wartawan mengikuti Run for Good Journalism 2025 di Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta, Minggu (16/11/2025). Ajang lari yang digelar Forum Pemred ini, menjadi bagian dari gerakan mendukung jurnalisme berkualitas dan keberlanjutan media. (Foto: Patra Rizki Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kebijakan fiskal yang dijalankan pemerintah dinilai sudah berada di jalur yang tepat. Jika kebijakan dan berbagai stimulus tersebut dapat dipertahankan, perekonomian Indonesia diyakini mampu tumbuh hingga 6 persen pada 2026.

Keyakinan itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Proyeksi Purbaya tersebut lebih tinggi dibandingkan target pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2026 yang dipatok pemerintah sebesar 5,4 persen. 

Pada kuartal III, ekonomi memang tumbuh 5,04 persen. Sedikit melambat dibandingkan kuartal II yang mencapai 5,12 persen. Namun, Purbaya yakin ekonomi kuartal IV bakal akselerasi lebih kuat. 

“Saya kira, di triwulan keempat bisa tumbuh di atas 5,5 persen. Mungkin 5,6–5,7 persen,” ujar mantan Ketua Dewan Komisioner LPS itu, dalam acara Run For Good Journalism 2025 yang diselenggarakan Forum Pemred di Jakarta, Minggu (16/11/2025) pagi. 

Baca juga : MK Batasi Hak Atas Tanah Di IKN, Nusron: Tak Akan Ganggu Investasi

Ia menyebut kebijakan fiskal pemerintah berjalan mulus. Jika tidak ada gangguan, efeknya bakal makin terasa tahun depan. 

“Kelihatannya, kalau kebijakan yang sekarang dijalankan terus dengan baik, kita berada di arah yang benar,” kata Purbaya. 

Optimisme Purbaya bukan tanpa dasar. Ia melihat ekonomi domestik mulai pulih sejak pemerintah melakukan sejumlah perubahan kebijakan. Ditambah lagi, defisit fiskal akan tetap dijaga di bawah 3 persen. 

“Jadi, nggak usah takut saya melanggar prinsip kehati-hatian pengelolaan fiskal,” tegasnya. 

Baca juga : Terbaru Jepang Vs China, Negara Berkonflik Tambah Banyak

Purbaya bahkan menembakkan pryeksi lebih agresif. “Tahun depan, saya perkirakan lebih cepat lagi, mungkin sekitar 6 persen. Kalau kebijakan sekarang terus dijalankan dengan baik, kita ada di arah yang benar,” katanya penuh optimis. 

Proyeksi itu jauh lebih tinggi daripada hitungan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Perry memperkirakan ekonomi tahun depan hanya tumbuh 5,33 persen—lebih rendah dari target APBN. 

Perry menyebut kalkulasinya sudah memasukkan faktor penurunan ekonomi global dan kondisi mitra dagang utama. BI, kata dia, akan mendorong pertumbuhan lewat penurunan suku bunga acuan, perluasan ekspansi likuiditas, insentif likuiditas makroprudensial, hingga program moneter BI lainnya. 

“Untuk pertumbuhan ekonomi 2026 sesuai perkiraan kami adalah 5,33 persen,” ujar Perry dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu (12/11/2025). 

Baca juga : Anugerah Jurnalistik Forum Pemred 2025 , Jurnalis RM Juara 2 Dan 3

Meski begitu, Perry masih melihat target 5,4 persen APBN sebagai sesuatu yang realistis, asal belanja pemerintah bisa dieksekusi cepat dan efektif. “Semakin cepat pengeluaran fiskal dilakukan, pertumbuhan dapat saja mencapai 5,4 persen,” jelasnya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.