BREAKING NEWS
 

Pengamat UI Fithra Faisal Hastiadi

Transparansi Bursa Harus Segera, Risiko Rp 1 Kuadriliun Kabur Dalam 10 Hari

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 4 Februari 2026 09:30 WIB
Pengamat Ekonomi UI Fithra Faisal Hastiadi (Foto: IG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi mengingatkan perlunya pembenahan segera terhadap transparansi pasar modal. Tanpa langkah cepat, lemahnya keterbukaan informasi berpotensi memicu risiko sistemik bagi perekonomian Indonesia, meski fundamental dinilai masih kuat. Fithra bahkan memperkirakan potensi arus dana keluar dapat mencapai 60 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau kira-kira setara Rp 1 kuadriliun lebih dalam 10 hari.

Terlebih, dalam surat peringatannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Morgan Stanley Capital International (MSCI) selaku lembaga riset penyedia indeks dan data pasar saham global juga telah mengancam akan menurunkan status pasar modal Indonesia dari emerging ke frontier, jika pembenahan transparansi tidak dilakukan  hingga Mei 2026.

Baca juga : Kemenpora Tegaskan Transparansi Bantuan Di Sektor Olahraga Profesional

“Dari hitung-hitungan kasarnya, kalau turun dari emerging ke frontier, kita bisa hilang 60 miliar dolar AS dalam 10 hari. Dalam simulasi saya, itu keluar 3 hingga 5 miliar dolar AS (Rp 50 sampai Rp 83,85 triliun) per hari dalam 10 hari,” ungkap Fithra via Instagram, Rabu (4/2/2026).

“Ini sangat signifikan untuk menggoncang perekonomian kita ke depan. Bisa menimbulkan risiko sistemik, sekalipun ekonomi kita kuat secara fundamental,” imbuhnya.

Baca juga : Pendidikan Karakter Dimulai Dari Toilet

Fithra pun mengibaratkan ancaman sistemik yang berpangkal dari perkara transparansi, seperti kemunculan api kecil di bioskop yang tidak segera dimatikan. Menurutnya, itu akan membuat histeria massa.

Misalnya, dalam satu bioskop, ada yang terpercik api. Lalu, satu orang bilang kebakaran. Akhirnya, orang pun keluar lewat pintu masuk dan pintu keluar yang terbatas. Orang bisa mati karena terinjak-injak, bukan karena apinya, tetapi karena akses keluar gedung bioskop.

Baca juga : Dulu Harus Berkeluarga, Kini Jomblo Pun Bisa...

Karena itu, ancaman sistemik ini perlu dimatikan, harus ditanggulangi. “Itulah sebabnya, kemarin dan sampai hari ini, pemerintah senantiasa concern dan bahkan mengeluarkan pengumuman-pengumuman. Akan ada peningkatan transparansi, akan ada peningkatan free flow, akan ada pembukaan data UBO/Ultimate Beneficial Owner (pemilik manfaat akhir saham, Red),” paparnya.

Penyebab Pasar Saham Guncang

Fithra mengungkap, perhatian MSCI terhadap pasar Indonesia sebenarnya telah muncul sejak 27 Oktober 2025. Pada tahap awal, kekhawatiran itu lebih diarahkan pada aspek likuiditas serta dugaan praktik manipulasi pada sejumlah saham.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense