RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah memprioritaskan penanganan krisis sampah perkotaan melalui percepatan proyek pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy). Langkah ini menjadi salah satu agenda utama yang dipantau langsung Presiden Prabowo Subianto.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan, intervensi Pemerintah diperlukan, mengingat banyaknya kota besar di Indonesia yang saat ini menghadapi darurat pengelolaan sampah. Selama ini, sampah cenderung hanya menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Di beberapa kota besar sudah terjadi krisis sampah dan krisis penanganannya. Sesuai tanggung jawab Kementerian ESDM, kami memprioritaskan pengolahan sampah menjadi energi,” kata Yuliot dalam keterangan resmi, Rabu (4/2/2026).
Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 sebagai instrumen hukum untuk memecah kebuntuan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) melalui teknologi ramah lingkungan.
Baca juga : Petugas Bongkar Rumah Semi Permanen Tepi Kali
Untuk menarik minat investor, Pemerintah memberikan kepastian mekanisme finansial. Termasuk penyesuaian harga jual listrik dan biaya layanan pengolahan sampah (tipping fee).
Yuliot mengatakan, tarif listrik dari PLTSa kini lebih kompetitif. “Harga jual listrik itu sudah naik, sekitar 20 sen dolar AS,” ucapnya.
Selain kenaikan tarif, Pemerintah menyiapkan skema subsidi untuk menutup selisih antara Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik PLN dengan harga keekonomian proyek.
Yuliot memastikan penghitungan subsidi akan dilakukan secara cermat agar tidak membebani anggaran negara.
Baca juga : Maju Ke Final Piala Liga Inggris, Arsenal Gagal Dijegal Chelsea
“Subsidi ini akan dihitung berdasarkan kapasitas yang tersedia, PLN dan selisih harga yang nantinya ditetapkan sebagai subsidi,” tambahnya.
Dalam peta jalan Kementerian ESDM, pembangunan fisik diharapkan bisa dimulai dalam waktu dekat. Jika lahan sudah siap, proses konstruksi hingga pengoperasian membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga 2 tahun.
“Diharapkan pada 2027 sudah ada proyek yang mulai beroperasi,” harap Yuliot.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa persoalan sampah adalah isu krusial. Pasalnya, hampir seluruh TPA di Indonesia diprediksi akan mengalami kelebihan kapasitas pada 2028.
Baca juga : Srikandi Merah Putih Tekuk Hong Kong 3-1
Sebagai solusi, Pemerintah berencana memulai pembangunan proyek waste to energy di 34 kota tahun ini.
“Saya minta groundbreaking dilakukan dalam beberapa bulan ke depan. Kami perkirakan dalam dua tahun proyek ini sudah mulai berfungsi,” ujar Prabowo. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Kamis, 5 Februari 2026 dengan judul "Geber Program Sampah Jadi Energi Pemerintah Targetkan PLTSa Beroperasi 2027"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.