RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua memastikan ketersediaan daging sapi dan kambing aman terkendali menjelang bulan suci Ramadan tahun 2026.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Papua Lunanka V. M. L. Daimboa mengatakan, pasokan komoditas tersebut dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tak hanya bulan puasa tapi hingga Hari Raya Idulfitri (Lebaran).
"Ketersediaan daging sapi dan kambing di Papua masih dipasok dari luar namun secara nasional pemerintah melakukan stabilisasi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (5/2/2026).
Baca juga : UPH Gelar Seminar Nasional 2026 Dorong Peran Keluarga Bagi Persatuan Bangsa
Meskipun harga di Papua umumnya berada di atas standar yang berlaku nasional namun pemerintah provinsi tetap berupaya menjaga harga tersebut dan ketersediaan.
Lunanka menegaskan bahwa instansi teknis yang mengampu sektor peternakan terus memantau pergerakan harga di pasar secara intensif. Pemantauan ini dilakukan secara rutin untuk menjaga daya beli masyarakat selama masa perayaan hari besar keagamaan.
"Pemerintah berkomitmen agar stok sapi mencukupi kebutuhan masyarakat," tegas Lunanka.
Baca juga : Stok Daging Sapi dan Kambing di Papua Aman Menjelang Puasa dan Lebaran
Pemprov Papua juga melakukan koordinasi terintegrasi melalui rapat pengendalian inflasi daerah yang dilaksanakan secara rutin setiap minggu.
Dalam rapat tersebut tidak hanya daging sapi dan kambing yang menjadi perhatian utama bagi tim pengendali inflasi. Komoditas bahan pokok penting (Bapokting) lainnya juga ikut diawasi demi memastikan stabilitas pasokan di seluruh wilayah Papua.
"Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan dan menjaga daya beli masyarakat di seluruh wilayah Papua," tambah Lunanka.
Baca juga : Buka Tahun 2026, Provinsi DKI Jakarta Alami Deflasi 0,23 Persen
Kerja sama juga diperkuat antara Pemerintah pusat dengan Pemerintah Kabupaten/kota (Pemkab/Pemkot) serta para pelaku usaha.
Kelancaran distribusi menjadi kunci utama agar tidak terjadi kelangkaan barang di tingkat pedagang maupun konsumen di pasar. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa khawatir akan kekurangan bahan pangan strategis.
"Pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan pelaku usaha untuk menjaga kelancaran distribusi serta ketersediaan bahan pangan strategis," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.