RM.id Rakyat Merdeka - InJourney Airports mendukung keinginan Pemerintah agar diskon tarif penerbangan pada periode mudik Lebaran, lebih baik lagi dibandingkan momen Natal dan Tahun baru (Nataru). Dukungan nyata itu akan dilakukan melalui pemberian keringanan tarif kebandaraudaraan.
Pelaksana Gugus Tugas (PGS) Corporate Secretary Group Head PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Arie Ahsanurrohim mengatakan, pada prinsipnya perseroan mendukung kebijakan Pemerintah terkait penyesuaian tarif kebandarudaraan. Untuk besaran nilai potongan tarif, menurutnya, nanti akan ditetapkan regulator dan pemegang saham.
Dengan berkurangnya biaya bandara, lanjutnya, diharapkan harga tiket yang dibayarkan pemudik menjadi lebih terjangkau.
Baca juga : NTB Jadi Pusat Produksi Bawang Putih Nasional
“Kami siap dukung, karena itu ditujukan untuk menurunkan harga tiket pesawat udara, utamanya pada periode puncak mobilitas masyarakat Indonesia seperti Angkutan Lebaran 2026,” ujar Arie kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Arie mengungkapkan, selama ini pihaknya telah menerapkan hal serupa. Yaitu, melakukan penyesuaian tarif kebandarudaraan berupa pemberian diskon tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U), atau yang dikenal dengan Passenger Service Charge (PSC).
Selain itu, tarif Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U), juga didiskon masing-masing sebesar 50 persen untuk semua rute domestik saat periode Angkutan Natal dan Tahun Baru 2024/2025, Angkutan Lebaran 2025 dan Angkutan Nataru 2025/2026.
Baca juga : Digitalisasi Jadi Solusi Berantas Parkir Liar
Ia menegaskan, penyesuaian tarif PJP2U dan PJP4U sebesar 50 persen pada momen tersebut merupakan wujud kontribusi perusahaan terhadap program Pemerintah dalam aspek ekonomi.
“Utamanya, untuk meningkatkan mobilitas masyarakat yang pada akhirnya akan berdampak pada perputaran ekonomi,” katanya.
Ia berharap, insentif yang diberikan Pemerintah bisa dimanfaatkan sebaik mungkin agar masyarakat bisa pulang kampung dengan biaya terjangkau.
Baca juga : Bang Jay, Maafkan Inter Ya...
“Sebagai operator bandara, kami memastikan operasional tetap berjalan maksimal dan aman,” tegasnya.
Pengamat Penerbangan Gatot Rahardjo melihat, pergerakan masyarakat kerap tinggi selama periode liburan, baik libur Nataru maupun Lebaran. Selain itu, periode-periode tersebut merupakan masa peak season bagi maskapai. Terlebih, ada program-program stimulus yang diterapkan Pemerintah.
“Tapi perlu dipastikan, jumlah armada yang beroperasi mencukupi untuk mengakomodir kebutuhan itu,” kata Gatot kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.