Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bicara Persatuan di 1 Abad NU
Prabowo Gelorakan Mikul Dhuwur Mendhem Jero
Senin, 9 Februari 2026 08:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menggelorakan semangat persatuan dalam acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU), di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). Prabowo mengutip falsafah Jawa 'mikul dhuwur, mendhem jero' yang bermakna menjunjung tinggi kehormatan dan memendam dalam-dalam segala perbedaan.
Acara Mujahadah Kubro Satu Abad NU ini sangat ramai. Lebih dari 100 ribu warga Nahdliyin dari berbagai daerah tumplek di Stadion Gajayana.
Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 06.45 WIB. Ketua MPR Ahmad Muzani, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, turut mendampingi Kepala Negara.
Sejumlah pejabat lain hadir lebih dahulu di lokasi. Di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.
Kedatangan Prabowo dan rombongan disambut lantunan shalawat yang menggema dari seluruh penjuru stadion. Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf menyambut hangat dan menyalami Prabowo.
Baca juga : AI Jangan Dikte Kerja Jurnalistik
Di tengah lapangan, warga Nahdliyin duduk berbaris membentuk shaf memenuhi setiap sudut. Peserta lainnya memadati tribun. Antusiasme warga Nahdliyin memuncak saat Prabowo melambaikan tangan dan menyapa mereka yang telah menunggu sejak dini hari.
Dalam sambutannya, Prabowo mengajak seluruh pemimpin bangsa untuk meninggalkan ego politik demi menjaga persatuan nasional. “Tidak ada bangsa yang kuat, tidak ada bangsa yang bisa maju kalau pemimpin-pemimpinnya tidak rukun. Karena itu saya selalu mengajak semua unsur untuk bersatu,” seru Prabowo.
Ia menekankan, perbedaan pandangan merupakan hal wajar dalam demokrasi. Namun, semuanya harus bermuara pada persatuan dan kepentingan rakyat. Prabowo lantas mengutip falsafah Jawa 'mikul dhuwur mendhem jero' sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa. “Guru-guru kita, kiai-kiai kita, leluhur kita mengajarkan Mikul Dhuwur Mendhem Jero. Tidak boleh ada rasa benci, tidak boleh ada rasa dendam. Berbeda itu tidak masalah, tetapi setelah berbeda kita cari persatuan,” ujarnya.
Prabowo lalu menyampaikan rasa kedekatan emosionalnya dengan NU. Ia mengaku selalu merasa tenang saat berada di tengah para kiai dan santri. "Di dekat kiai, di dekat ulama, saya merasa lebih berani untuk berbakti, mengabdi, dan membela rakyat Indonesia seluruhnya,” ucapnya, disambut tepuk tangan panjang para hadirin.
Menurut Prabowo, satu abad perjalanan NU merupakan bukti nyata peran besar ormas Islam terbesar di Indonesia ini dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa. Ia mengingatkan, dalam berbagai momentum krusial sejarah, termasuk perjuangan mempertahankan kemerdekaan, NU selalu hadir bersama rakyat.
Baca juga : Schilthorn & Rigi, Surganya Penggila Aktivitas Outdoor
Para warga Nahdliyin yang hadir begitu antusias mendengar pidato Prabowo ini. Saat Prabowo bermaksud memperpendek pidato karena alasan kasihan melihat jemaah terjemur matahari, mereka justru menolak. Mereka meminta Prabowo melanjutkan pidato. “Jangan dipersingkat, Pak,” teriak warga serempak, disambut senyum Prabowo.
Di sela acara, sejumlah warga NU menyampaikan harapan agar Prabowo terus memerhatikan masyarakat kecil, khususnya guru ngaji dan ulama di daerah. Mereka merasa, perhatian Pemerintah terhadap dunia pesantren dan keagamaan mulai terasa.
"Harapan saya, Presiden Prabowo membawa Indonesia lebih maju lagi, terutama terus memperhatikan masyarakat kecil, khususnya di bidang agama. Saya ini guru TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an), jadi sangat berharap perhatian untuk guru ngaji," papar Sri Rahayu, salah satu warga Nahdliyin yang hadir di lokasi.
Pengakuan serupa disampaikan Enda Sri Pancawati, warga Nahdliyin lainnya. Ia melihat, Prabowo telah menunjukkan perhatian kepada kalangan ulama. Menurutnya, kedekatan antara pemimpin negara dan ulama menjadi modal penting dalam membangun kerukunan serta persatuan bangsa.
“Harapan saya kepada Pak Presiden, mari kita memperhatikan para ulama. Mereka punya peran besar menjaga moral bangsa dan membimbing masyarakat,” ucap Enda.
Baca juga : Widyanti Putri Wardhana: Pertumbuhan Wisata Berdampak Pada UMKM
Rais 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar mengajak seluruh warga Nahdliyin mendoakan Presiden Prabowo agar selalu diberikan kekuatan dalam memimpin dan melindungi seluruh rakyat Indonesia. "Semoga semua upaya, sikap tegas, dan kesetiaannya dalam mendampingi umat senantiasa dimudahkan oleh Allah SWT,” doa Kiai Miftach.
Selain mendoakan Prabowo, Kiai Miftach juga mengajak seluruh Nahdliyin memanjatkan doa bagi rakyat Palestina agar diberikan kedamaian dan keselamatan. Menurutnya, doa merupakan ikhtiar spiritual yang memiliki kekuatan besar dalam menghadapi berbagai ujian dan penderitaan.
“Semoga semuanya mendapatkan yang terbaik dari Allah SWT,” pungkas Kiai Miftach.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya