RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan pagi ini sebesar 0,30 persen ke level Rp 16.803 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 16.805 per dolar AS, Selasa (10/2/2026).
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS terpantau bervariasi. Ringgit Malaysia menguat 0,23 persen, yuan China naik 0,13 persen, yen Jepang menguat tipis 0,08 persen, dan baht Thailand naik 0,05 persen. Sementara itu, won Korea Selatan melemah 0,04 persen.
Baca juga : Rupiah Melemah Jelang Akhir Pekan Di Rp 16.885 Per Dolar AS
Indeks dolar AS terhadap mata uang utama lainnya tercatat menguat tipis 0,02 persen ke level 96,76. Di sisi lain, rupiah melemah 0,07 persen terhadap poundsterling Inggris, menguat 0,33 persen terhadap euro ke level Rp 19.730, serta melemah 0,19 persen terhadap dolar Australia ke level Rp 11.883.
Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan, pergerakan dolar AS pagi ini dipengaruhi sentimen pasar obligasi Amerika Serikat, khususnya dari China.
Baca juga : Rupiah Melemah Ke Rp 16.805 Per Dolar AS, Pasar Tunggu Data PDB
“Rupiah berpotensi kembali menguat seiring pelemahan dolar AS yang dipicu laporan bahwa pemerintah China menyarankan lembaga keuangannya untuk mengurangi kepemilikan obligasi AS,” ujar Lukman.
Meski demikian, Lukman menilai penguatan rupiah terhadap dolar AS berpotensi terbatas. Investor masih mencermati sejumlah data ekonomi domestik, terutama data penjualan ritel Indonesia periode Desember.
Baca juga : Rupiah Pagi Ini Melemah 0,05 Persen Ke Rp 16.762
Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 16.750 hingga Rp 16.900 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.