RM.id Rakyat Merdeka - Arus modal dari Hong Kong ke Indonesia kian deras. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, nilai investasi Hong Kong di Tanah Air telah menembus 10 miliar dolar AS.
Angka itu menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Airlangga menilai, Hong Kong menjadi salah satu mitra ekonomi paling strategis bagi Indonesia, baik dari sisi perdagangan maupun investasi.
“Perjanjian perdagangan bebas telah membuka dan memperkuat hubungan ekonomi serta bisnis antara Indonesia dan Hong Kong,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip, Kamis (12/2/2026).
Baca juga : Menlu Sugiono Tegaskan Iuran Dewan Perdamaian 1 Miliar Dolar AS Tidak Wajib
Hubungan bilateral kedua pihak juga tercatat solid. Nilai perdagangan Indonesia–Hong Kong mencapai sekitar USD 6,5 miliar. Investasi yang mengalir pun tersebar ke berbagai sektor, mulai dari industri pengolahan, infrastruktur, hingga jasa keuangan.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menilai kolaborasi ini membuka peluang pasar yang jauh lebih besar. Menurutnya, sinergi Indonesia, Hong Kong, dan China berpotensi menjangkau lebih dari 2 miliar penduduk dunia.
“Kita bisa menjadi motor pertumbuhan dengan mendorong permintaan, inovasi, serta model bisnis baru,” tegasnya.
Baca juga : BNI dan Siemens Dorong Pembiayaan Rp300 Miliar Perkuat Ekosistem Kelistrikan
Sementara itu, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menekankan pentingnya tata kelola profesional untuk menjaga kepercayaan investor global. Ia memastikan lembaganya dikelola secara komersial dan transparan.
“Danantara harus menghasilkan keuntungan dan dikelola tanpa intervensi politik,” katanya.
Momentum penguatan investasi ini juga dinilai strategis menjelang agenda ekonomi kawasan seperti APEC 2026. Pemerintah berharap derasnya investasi Hong Kong tak hanya memperkuat cadangan modal, tetapi juga mendorong Indonesia semakin kokoh sebagai pusat pertumbuhan ekonomi regional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.