RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan, Rabu (18/2/2026), melemah 0,18 persen ke level Rp 16.867 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di posisi Rp 16.837 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS terpantau bervariasi. Yen Jepang melemah 0,11 persen, yuan China turun 0,05 persen, sementara won Korea menguat 0,02 persen dan ringgit Malaysia naik 0,23 persen.
Baca juga : IHSG Dibuka Melesat Ke Level 8.235 Pagi Ini
Indeks dolar AS terhadap mata uang utama lainnya tercatat menguat 0,09 persen ke level 97,13. Adapun rupiah terhadap poundsterling Inggris menguat 0,20 persen ke Rp 22.860, serta terhadap dolar Australia naik 0,17 persen menjadi Rp 11.931.
Analis pasar keuangan Lukman Leong memperkirakan rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS. Menurut dia, penguatan dolar dipicu pernyataan bernada hawkish dari sejumlah pejabat bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, yakni Michael Barr dan Mary Daly.
Baca juga : Jumat Pagi, IHSG Melemah Ke Level 8.240
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang menguat oleh pernyataan hawkish pejabat The Fed semalam,” ujar Lukman.
Selain itu, pelaku pasar juga mengantisipasi kemungkinan sikap dovish dari Bank Indonesia dalam rapat penetapan kebijakan moneter yang dijadwalkan berlangsung besok.
Baca juga : Dolar AS Rebound, Rupiah Melemah Ke Rp 16.813
Lukman memproyeksikan pergerakan rupiah hari ini berada di kisaran Rp 16.800 hingga Rp 16.900 per dolar AS.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.