BREAKING NEWS
 

Bos Bulog Sidak Ke Pasar, Stok Pangan Mencukupi Dan Harga Relatif Stabil

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Senin, 23 Februari 2026 06:35 WIB
Direktur Utama Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Minggu dan Pasar Jatinegara,Jakarta, Jum’at (20/2/2026). (Foto: Dok. Bulog)

 Sebelumnya 
Alhamdulillah, untuk beras dalam keadaan stabil dan kondusif. Sinergi antara produsen, pengecer dan Satgas (Satuan Tugas) Pangan terus kami perkuat agar harga tetap terjaga selama Ramadan hingga Lebaran,” tuturnya. 

Ia menjelaskan, secara nasional, stok beras Bulog saat ini mencapai sekitar 3,2 juta ton dan terus bertambah melalui program serapan gabah beras petani. 

Dalam satu bulan terakhir, kata dia, tambahan stok tercatat sekitar 100.000 ton. Ia menilai, ketersediaan ini sangat memadai untuk me menuhi kebutuhan masyarakat sepanjang Ramadan dan Idul Fitri 2026. 

“Kami terus berupaya menjaga keterjangkauan harga, serta menjamin kecukupan pasokan bagi masyarakat,” katanya. 

Baca juga : Pram Bakal Tindak Tegas Usaha Langgar Peraturan

Terpisah, pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori mengatakan, stok beras selama Bulan Puasa kali ini cukup. Mengingat, pada Februari 2026 panen besar atau panen raya telah dimulai. 

Bila dibandingkan dengan 2025, kata dia, penyerapan gabah atau beras dalam jumlah besar terjadi pada Maret-Mei. 

“Tahun 2026, potensial (waktu panennya) maju dan lebih panjang, yaitu antara Februari-Mei, sehingga Bulog dan mitranya pun harus siap-siap menyerap gabah dalam jumlah besar selama 4 bulan itu,” kata Khudori kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Ia melihat, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) beras di gudang Bulog juga belum berubah, yaitu Rp12.000/kg. Sehingga, porsi pengadaan dalam bentuk gabah tahun 2026 diperkirakan lebih besar dari 2025, alias di atas 85 persen. 

Baca juga : Bergaya Napi, Juve Dipermak Como

Ia meyakini, Bulog dan mitra telah memetakan kesiapan penyerapan 4 juta setara beras tahun ini dengan rapi dan sebaik mungkin. 

“Penyerapan GKP semua kualitas berjumlah jumbo dalam waktu pendek, menuntut orkestrasi di lapangan yang rapi, agar tidak berujung pada gabah tidak bermutu,” katanya. 

Ia berharap, dalam penyerapan hasil panen kali ini, tidak hanya pada kesiapan infrastruktur fisik seperti dryer, penggilingan, angkutan dan gudang saja. 

Tetapi juga kesiapan pada infrastruktur non-fisik seperti penyuluh, bintara pembina desa, bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat, SDM (Sumber Daya Manusia) mitra dan Bulog. 

Baca juga : Top, Alcaraz Samai Rekor Andy Murray

“Harapannya, rencana penyerapan yang disiapkan bisa dieksekusi dengan baik oleh Bulog,” pungkasnya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense