Sebelumnya
Sementara, di sisi hilir, program ini melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) sebagai motor penggerak produksi genteng berbasis teknologi.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekonomi desa, sekaligus menyediakan material hunian yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Baca juga : Yuk, Jaga Dan Rawat Maroedja Sport Park
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan, koperasi desa berpotensi menciptakan inovasi material dengan mencampurkan tanah liat dengan turunan limbah batubara untuk menghasilkan produk yang lebih unggul.
"Itu bisa dijadikan bahan campuran untuk menjadikan genteng yang berbahan baku tanah, ditambah sedikit bahan dari sisa batubara. Hasil produk gentengnya akan lebih ringan dan lebih kuat," ujar Ferry.
Baca juga : Tarian Vinicius Akhiri Benfica
Ferry menambahkan, penggunaan teknologi dan bahan baku lokal yang melimpah memungkinkan harga jual menjadi lebih kompetitif.
"Presiden bisa sampai memikirkan itu karena sebenarnya genteng bisa diproduksi dengan harga yang lebih murah, terjangkau dengan pendekatan-pendekatan baru," katanya.
Baca juga : Hasil Undian All England 2026, Jojo Hadapi Lawan Berat Di Laga Pembuka
Terkait ketersediaan material, Ferry optimistis tidak akan ada kendala berarti. "Kalau tanah kan semua juga ada," ucap Ferry. DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Jumat, 27 Februari 2026 dengan judul "Menggerakkan Ekonomi Dan Tingkatkan Daya Saing, Program Gentengisasi Genjot Industri Bangunan Di Daerah"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.