RM.id Rakyat Merdeka - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada awal perdagangan Jumat (27/2/2026). IHSG turun 23,95 poin atau 0,29 persen ke posisi 8.211,3.
Pada menit-menit awal perdagangan, IHSG bergerak di rentang 8.171 hingga 8.214.
Baca juga : Rupiah Terkoreksi 0,20 Persen Ke Rp 16.835 Per Dolar AS
Sebanyak 2,12 miliar saham telah diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp717,59 miliar dan frekuensi perdagangan sebanyak 99.986 kali transaksi.
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 145 saham menguat, 305 saham melemah, dan 214 saham stagnan.
Baca juga : IHSG Dibuka Melesat Ke Level 8.235 Pagi Ini
Reliance Sekuritas dalam riset hariannya memproyeksikan IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan ke area 8.150. Tekanan pasar dipicu sentimen eksternal, terutama rencana Amerika Serikat (AS) yang akan memberlakukan tarif atas impor sel dan panel surya dari perusahaan di India, Indonesia, dan Laos.
AS menetapkan tarif sebesar 125,87 persen untuk produk asal India, 104,38 persen untuk Indonesia, dan 80,67 persen untuk Laos.
Baca juga : Survei Indikator: 87,3 Persen Yakin Riza Chalid Terlibat Kasus Dugaan Korupsi
Secara teknikal, pergerakan terakhir IHSG membentuk pola black spinning top, berada di bawah MA5, serta indikator Stochastic menunjukkan dead cross yang mengindikasikan tekanan jual masih berlanjut.
“Dengan demikian, IHSG hari ini berpotensi mengalami pelemahan. Rekomendasi saham pilihan hari ini yaitu ASII, INDF, CPIN, dan LPKR,” tulis Reliance Sekuritas dalam risetnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.