Dark/Light Mode

Rupiah Terkoreksi 0,20 Persen Ke Rp 16.835 Per Dolar AS

Selasa, 24 Februari 2026 09:29 WIB
Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM
Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa (24/2/2026) melemah 0,20 persen ke level Rp 16.835 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp 16.802 per dolar AS.

Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang tertekan terhadap dolar AS. Yen Jepang tercatat melemah 0,26 persen, won Korea Selatan turun 0,23 persen, baht Thailand terkoreksi 0,22 persen, ringgit Malaysia minus 0,18 persen, dolar Taiwan melemah 0,16 persen, dan dolar Singapura turun 0,08 persen. Sementara itu, yuan China justru menguat 0,1 persen.

Indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia terpantau naik 0,06 persen ke level 97,71. Di sisi lain, rupiah menguat terhadap poundsterling Inggris sebesar 0,03 persen ke Rp 22.651 dan naik 0,02 persen terhadap dolar Australia ke level Rp 11.850.

Baca juga : Kredit Bank Mandiri Naik 15,62 Persen Tembus Rp 1.511,4 Triliun di Januari 2026

Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan sentimen eksternal masih memengaruhi pergerakan kurs rupiah hari ini. Salah satunya terkait kebijakan Presiden AS Donald Trump yang berencana mengenakan tarif 10 persen terhadap impor global selama 150 hari berdasarkan Pasal 122 Undang-Undang Perdagangan AS, setelah Mahkamah Agung AS membatalkan rezim tarif sebelumnya.

Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Januari 2026 yang dirilis Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

APBN tercatat mengalami defisit sebesar Rp 54,6 triliun atau setara 0,21 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Baca juga : Awal Pekan, Rupiah Menguat Ke Level Rp 16.868 Per Dolar AS

“Defisit APBN mencapai Rp 54,6 triliun atau setara 0,21 persen dari PDB. Angka ini masih sangat terkendali dan berada dalam koridor desain APBN 2026,” ujar Ibrahim dalam riset hariannya.

Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah akan bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan hari ini dengan potensi ditutup menguat di kisaran Rp 16.770 hingga Rp 16.800 per dolar AS.

Pergerakan rupiah hari ini akan dipengaruhi sentimen global dan domestik, termasuk dinamika kebijakan perdagangan AS serta kondisi fiskal Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.