RM.id Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) memastikan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global seiring meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah pasca serangan Amerika Serikat ke Iran yang memicu sentimen risk off di pasar global.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) BI Erwin Gunawan Hutapea menyampaikan otoritas moneter akan merespons dinamika tersebut secara tepat guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Baca juga : Imbas Perang: 200 Anak di Iran Tewas, 329 WNI Dinyatakan Aman
“Bank Indonesia akan terus mencermati pergerakan pasar secara seksama dan merespons secara tepat, termasuk memastikan nilai tukar rupiah bergerak sesuai dengan fundamentalnya,” ujar Erwin dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Menurut dia, peningkatan ketidakpastian global akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah mendorong pelaku pasar cenderung mengalihkan portofolio ke aset safe haven. Kondisi ini berpotensi menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Baca juga : Jelang Akhir Pekan, Rupiah Turun Ke Rp 16.779
Untuk itu, BI menegaskan akan tetap hadir di pasar melalui berbagai instrumen stabilisasi. Intervensi dilakukan baik melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri maupun transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.
Langkah tersebut merupakan bagian dari bauran kebijakan stabilisasi nilai tukar yang selama ini ditempuh BI guna menjaga kepercayaan pasar dan mendukung stabilitas sistem keuangan.
Baca juga : Percepat Penyediaan Hunian Terjangkau, Perumnas Kembangkan Rusun Samesta Alonia
Selain intervensi di pasar valas, BI juga akan terus mengoptimalkan kebijakan guna meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan suku bunga ke sektor riil. Optimalisasi transmisi ini diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah tantangan global.
BI menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional, sekaligus memastikan mekanisme pasar tetap berjalan secara sehat di tengah dinamika eksternal yang meningkat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.