BREAKING NEWS
 

Kapasitas Produksi Dalam Negeri Belum Cukup

Indonesia Alihkan Sumber Impor Energi Ke Amerika

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Selasa, 3 Maret 2026 06:30 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Foto: Instagram bahlillahadalia

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menegaskan, perjanjian perdagangan energi antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) tidak akan meningkatkan total kuota impor nasional. Kerja sama bernilai 15 miliar dolar AS atau setara Rp 252,15 triliun tersebut, merupakan pengalihan sumber pasokan dari negara lain ke Negeri Paman Sam guna memperoleh harga yang lebih kompetitif.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan, kebijakan ini diambil karena kapasitas produksi dalam negeri belum mampu memenuhi permintaan domestik.

Untuk kebutuhan Liquefied Petroleum Gas atau LPG (gas bumi yang dicairkan), Indonesia membutuhkan 8,3 juta ton per tahun. Sedangkan produksi nasional hanya 1,6 juta ton sehingga harus mengimpor 7 juta ton.

Baca juga : Benahi Total Pengelolaan Sampah Di RDF Rorotan

“Selain itu, Bahan Bakar Minyak (BBM) dan minyak mentah juga harus kita impor untuk memenuhi kebutuhan nasional. Inilah yang kita konsensuskan kemarin di Amerika untuk belanja 15 miliar dolar AS,” ujar Bahlil dalam acara Milad ke-28 Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di Jakarta, Minggu (1/3/2026).

Kesepakatan ini tertuang dalam Agreements on Reciprocal Trade (ART) atau kesepakatan tarif timbal balik yang difinalisasi dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump di Washington D.C. pada 19 Februari lalu.

Bahlil menekankan, pengalihan asal negara pemasok ini bertujuan menciptakan struktur harga yang lebih efisien tanpa membebani fiskal.

Baca juga : Arsenal Jadi Corner FC

Berdasarkan evaluasi Pemerintah, harga produk energi dari AS bersaing dengan pasar global.

“Harga impor ketiga produk senilai 15 miliar dolar AS dari Amerika tersebut sama dengan harga pasar. Jadi, tidak ada perbedaan apakah dari Timur Tengah atau dari Amerika. Itu harganya sama, bahkan untuk LPG dari Amerika jauh lebih murah ketimbang dari negara-negara yang lain,” kata Bahlil.

Adsense

Dia menjamin, kebijakan ini tidak akan mengurangi kemandirian sektor energi nasional.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense