Sebelumnya
Airlangga menambahkan, seluruh dunia sedang berlomba menguasai sektor semikonduktor. Indonesia memiliki kesempatan kedua untuk kembali masuk dalam ekosistem semikonduktor, karena pangsa pasar besar dan industri otomotif yang relatif kuat. Kapasitas produksi otomotif nasional mencapai hampir 2 juta unit dan ekspor 500.000 unit.
Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menambahkan, skema insentif sudah berlaku, tapi pemanfaatannya belum optimal.
Baca juga : Operasional Lapangan Padel Dibatasi Sampai Pukul 20.00
Pemerintah mendorong Ditjen Dikti memperkuat kerja sama perusahaan dengan universitas dalam penelitian, serta membantu perusahaan memanfaatkan fasilitas tax deduction melalui koordinasi dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu.
Menurut Haryo, Pemerintah juga menargetkan penguatan talenta semikonduktor nasional. Sebanyak 15.000 insinyur ditargetkan dapat mempelajari teknologi desain chip melalui kerja sama antara Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan Arm Limited.
Baca juga : Finalissima Tetap Di Qatar
“Kemitraan ini diarahkan untuk mempercepat peningkatan kapasitas dan kemandirian nasional dalam pengembangan teknologi strategis. Khususnya semikonduktor yang menjadi elemen dasar inovasi dan ekosistem digital,” jelas Haryo.
Arm Limited merupakan perusahaan global yang dominan dalam desain chip untuk pusat data, kecerdasan buatan, dan sektor otomotif.
Baca juga : Debut Perdana, Rahmat Diimbau Jangan Grogi
Dalam kerja sama ini, Pemerintah mengalokasikan dana awal sebesar 150 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,5 triliun untuk membangun ekosistem semikonduktor nasional melalui kemitraan tersebut. DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Sabtu, 7 Maret 2026 dengan judul "Pangsa Pasar Besar Dan Industri Otomotif Kuat Pemerintah Siapkan Insentif Dan Talenta Semikonduktor"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.