Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Korban Perang Iran Vs AS-Israel, 1.000 Meninggal 100.000 Mengungsi
Jumat, 6 Maret 2026 07:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Korban perang Iran versus Amerika Serikat–Israel terus bertambah. Belum sampai sepekan, jumlah korban tewas sudah menembus 1.000 orang. Sementara gelombang pengungsi diperkirakan melampaui 100 ribu jiwa di berbagai negara Timur Tengah.
Kantor berita Iran Tasnim dan Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia Human Rights Activists News Agency (HRANA) mencatat sedikitnya 1.097 warga sipil tewas di Iran.
Di antara korban tersebut terdapat 168 anak-anak dan 14 guru. Korban juga jatuh di sejumlah negara lain di kawasan Timur Tengah. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan 74 orang tewas akibat pemboman Israel, termasuk tiga paramedis.
Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), 10 orang tewas akibat serangan Iran di Kuwait. Korban termasuk enam anggota militer AS. Militer Kuwait juga menyatakan dua tentaranya tewas dalam serangan tersebut.
Baca juga : Tenang, Biarpun Ada Perang Fundamental Ekonomi Kuat
Layanan darurat Israel Magen David Adom melaporkan sedikitnya 10 orang tewas akibat serangan yang terjadi di Israel.
Sementara Direktorat Media milisi Pasukan Mobilisasi Populer Irak menyebut empat tentaranya tewas dalam serangan udara AS dan Israel di wilayah Diyala.
Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) juga melaporkan tiga orang tewas akibat serangan drone Iran. Sedangkan satu orang dilaporkan tewas terkena puing ledakan di kawasan Kota Industri Salman, Bahrain.
Diketahui, perang antara AS-Israel vs Iran pertama kali meletus pada Sabtu (28/2/2026). Perang dimulai dengan serangan mendadak AS-Israel yang menggempur sejumlah wilayah di Iran, termasuk Teheran.
Baca juga : Ida Mahmudah: Dilihat Dulu, Urgensi Pembentukan Pansus
Serangan menarget pusat komando, lokasi rudal balistik, kapal perang, kapal selam, hingga berbagai fasilitas militer Iran lainnya.
Iran tidak tinggal diam. Teheran membalas dengan meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone ke wilayah Israel. Iran juga menarget pangkalan militer AS di sejumlah negara Teluk serta Kedutaan Besar AS di kawasan Timur Tengah.
Aksi saling serang masih berlangsung hingga kini. Perang pun meluas di kawasan Timur Tengah. Imbasnya, ratusan ribu warga terpaksa mengungsi dari berbagai wilayah terdampak.
Dari berbagai data, sekitar 80.000 orang telah mengungsi ke tempat perlindungan di Lebanon. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai angka tersebut kemungkinan hanya sebagian kecil dari total warga terdampak. Jumlah pengungsi diperkirakan bisa menembus 100.000 orang.
Baca juga : Bun Joi Phiau: Via Pansus, Pengawasan Lebih Luas Dan Mendalam
Menteri Dalam Negeri Turki Mustafa Ciftci mengatakan Ankara telah menyiapkan rencana darurat untuk menghadapi kemungkinan gelombang pengungsi dari Iran. Pemerintah Turki menyiapkan zona penyangga serta kampkamp tenda di wilayah perbatasan.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Iran tidak punya pilihan selain membalas agresi militer AS dan Israel, termasuk menarget militer AS di negara-negara tetangga Iran.
“Kami menghormati kedaulatan Anda,” kata Pezeshkian melalui akun X, seperti dilansir Al Jazeera, Kamis (5/3/2026).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya