BREAKING NEWS
 

Menkeu: Ekonomi RI Tetap Ekspansi Di Tengah Ketidakpastian Global

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Rabu, 11 Maret 2026 18:54 WIB
Foto: YouTube Kemenkeu

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan perekonomian domestik pada kuartal I 2026 berada dalam fase ekspansi yang kuat sehingga dinilai mampu menghadapi berbagai risiko ketidakpastian global.

“Ekonomi Indonesia sedang mengalami masa ekspansi dalam posisi yang kuat. Kalau kita harus menghadapi dampak negatif dari gejolak perekonomian global, tidak usah takut. Kita bisa mengendalikan dampak negatif dengan baik ke depan,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan sejumlah indikator menunjukkan penguatan aktivitas ekonomi domestik pada awal tahun ini.

Baca juga : DPR Optimistis Haji 2026 Tetap Lancar Meski Situasi Timur Tengah Memanas

Salah satunya tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang mencapai 53,8 pada Februari 2026. Angka tersebut menandakan aktivitas sektor manufaktur berada di zona ekspansi sekaligus menjadi level tertinggi dalam dua tahun terakhir.

Menurut Purbaya, capaian PMI tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara besar seperti China, Amerika Serikat, dan Australia, sehingga menjadi sinyal positif bagi perekonomian nasional.

Adsense

Selain itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) juga tercatat berada pada level 125,2 pada Februari 2026. Skor tersebut menunjukkan masyarakat masih optimistis terhadap kondisi ekonomi karena berada di atas ambang optimisme di level 100.

Baca juga : Bukber Hipmi, Momen Konsolidasi Sikapi Ketidakpastian Global

Purbaya juga menyoroti pertumbuhan konsumsi masyarakat yang tetap positif pada awal tahun. Hal itu tercermin dari Mandiri Spending Index (MSI) Februari yang mencapai 360,7 poin.

“Belanja masyarakat menjelang Ramadhan terutama didorong konsumsi barang kebutuhan sehari-hari, pendidikan, dan mobilitas. Dari sini terlihat daya beli masyarakat terus membaik dan menguat,” ujarnya.

Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai dampak ketidakpastian global terhadap perekonomian domestik, terutama terkait potensi gangguan rantai pasok akibat meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Baca juga : Zulhas: Persatuan Umat Kunci Hadapi Ketidakpastian Global

Salah satu risiko yang menjadi perhatian adalah kemungkinan gangguan jalur perdagangan energi global jika terjadi penutupan Selat Hormuz.

Namun demikian, Purbaya memastikan pemerintah akan mengoptimalkan instrumen fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi serta melindungi daya beli masyarakat.

“Pemerintah akan terus mewaspadai tantangan rantai pasok serta risiko kenaikan inflasi terhadap biaya input agar momentum pemulihan ekonomi domestik tetap terjaga,” katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense