BREAKING NEWS
 

Ekonomi Global Bergejolak, Stabilitas Pangan dan MBG Harus Dijaga

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Kamis, 12 Maret 2026 15:29 WIB
Pekerja menyiapkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gejolak ekonomi global kembali menjadi faktor yang perlu diwaspadai dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional. Ketegangan politik di berbagai kawasan dunia yang berdampak pada kenaikan harga energi dan perlambatan ekonomi global dinilai berpotensi memengaruhi kinerja ekonomi Indonesia.

Dalam situasi tersebut, berbagai program pembangunan nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), ikut menghadapi tantangan keberlanjutan.

Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Imamudin Yuliadi, mengatakan dinamika global dapat berdampak langsung terhadap kinerja ekonomi makro Indonesia. Salah satu dampaknya adalah melemahnya permintaan ekspor komoditas Indonesia akibat kontraksi ekonomi di negara-negara mitra dagang. "Ketika ekonomi global melambat, kebutuhan terhadap komoditas dari negara berkembang seperti Indonesia ikut menurun,” ujar Imamudin, Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan, jika kondisi tersebut terjadi secara luas, surplus neraca perdagangan Indonesia berpotensi semakin tergerus. Selama beberapa tahun terakhir, surplus perdagangan menjadi salah satu penyangga penting bagi stabilitas ekonomi nasional.

Menurutnya, penurunan surplus tersebut dapat memengaruhi ketahanan ekonomi Indonesia, terutama dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan keseimbangan fiskal. Selain itu, kenaikan minyak dunia juga membawa konsekuensi bagi perekonomian domestik. Jika harga energi internasional terus meningkat, pemerintah dihadapkan pada pilihan kebijakan yang tidak mudah, yakni menyesuaikan harga BBM di dalam negeri atau meningkatkan subsidi energi untuk menahan kenaikan harga.

Namun, peningkatan subsidi energi juga memiliki implikasi terhadap pengelolaan anggaran negara. Ketika alokasi subsidi meningkat, ruang fiskal pemerintah untuk menjalankan berbagai program pembangunan dapat menyempit.

“Program prioritas, termasuk program sosial seperti MBG, berpotensi menghadapi tekanan anggaran apabila kondisi fiskal semakin terbatas,” ungkapnya.

Baca juga : Ekonom Jelaskan Makna Cadangan BBM Nasional 20 Hari

Dampak MBG Berbeda di Tiap Daerah

Dalam konteks tersebut, Imamudin menilai keberlanjutan program MBG menjadi bagian dari tantangan kebijakan ekonomi yang lebih luas. Program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak, memiliki potensi dampak jangka panjang terhadap pembangunan sumber daya manusia.

Namun, implementasi dan keberlanjutan program tersebut tetap bergantung pada kondisi fiskal dan stabilitas ekonomi nasional.

Di sisi lain, dampak program MBG terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat dinilai masih memerlukan kajian lebih mendalam. Menurut Imamudin, dampak program tersebut kemungkinan berbeda di setiap daerah.

Hal itu sangat dipengaruhi kesiapan infrastruktur ekonomi lokal serta sejauh mana masyarakat dilibatkan dalam rantai pasok program.

Daerah yang mampu melibatkan petani, peternak, dan pelaku usaha lokal dalam penyediaan bahan pangan untuk program MBG berpotensi memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.

Adsense

“Sebaliknya, jika rantai pasok tidak melibatkan pelaku ekonomi lokal, dampak pengganda bagi perekonomian daerah menjadi terbatas,” ujarnya.

Baca juga : 3 Pekan Bergerak, Satgas Saber Pangan Tindak 350 Pelanggaran & Proses 4 Perkara

Pentingnya Pengawasan dan Transparansi

Selain persoalan ekonomi, sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program juga perlu menjadi perhatian. Salah satunya terkait pemberitaan kasus keracunan makanan pada siswa yang mengonsumsi makanan MBG.

Menurut Imamudin, hal tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan kualitas pangan dalam program tersebut. Standar keamanan pangan harus dijaga secara ketat agar tujuan peningkatan gizi tidak menimbulkan risiko kesehatan.

Potensi munculnya praktik rente oleh oknum tertentu juga menjadi tantangan tersendiri. Jika program dimanfaatkan oleh pihak yang hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan kualitas dan tujuan sosialnya, maka manfaat program bagi masyarakat bisa berkurang.

Karena itu, transparansi dan pengawasan dalam pengelolaan anggaran dinilai menjadi aspek penting untuk memastikan efektivitas program MBG.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengkaji secara rinci proporsi anggaran yang benar-benar digunakan untuk pembelian bahan pangan dari daerah setempat. “Semakin besar penggunaan bahan pangan lokal, semakin besar pula dampak ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat,” jelasnya.

Dalam situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, strategi menjaga stabilitas harga bahan pokok juga menjadi kunci agar program MBG dapat berjalan dengan baik.

Baca juga : Iran Balas Israel, Sasar Pangkalan Militer AS Di Bahrain Hingga Qatar

“Stabilitas harga sangat bergantung pada ketersediaan pasokan pangan di pasar. Oleh karena itu, menjaga kelancaran distribusi dan produksi pangan menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program ini,” papar Imamudin.

Ia menambahkan, momentum pelaksanaan program MBG yang bertepatan dengan bulan Ramadan juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi pangan di daerah.

Menurutnya, meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan dapat menjadi peluang untuk memperkuat keterlibatan pelaku usaha lokal dalam penyediaan kebutuhan pangan.

Program MBG dapat menjadi instrumen strategis tidak hanya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga dalam membangun ketahanan pangan dan memperkuat kemandirian ekonomi daerah,” katanya.

Ia menegaskan, dengan tata kelola yang transparan, pengawasan yang kuat, serta keterlibatan aktif masyarakat, program MBG berpotensi tetap berjalan efektif meskipun menghadapi tekanan ekonomi global.

Dalam situasi yang penuh ketidakpastian, pendekatan yang mengintegrasikan kebijakan sosial dengan penguatan ekonomi lokal dinilai menjadi salah satu kunci untuk menjaga keberlanjutan pembangunan nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense