BREAKING NEWS
 

Imbas Perang, Pupuk Kita Diincar Banyak Negara

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : ADITYA NUGROHO
Jumat, 13 Maret 2026 07:40 WIB
Ilustrasi, pekerja sedang mengemas pupuk urea. (Foto: Dwi Pambudo/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perang dan konflik di kawasan Timur Tengah (Timteng) ternyata membawa dampak positif bagi industri pupuk Indonesia. Pupuk dari Indonesia diincar oleh banyak negara. 

Hal tersebut diungkapkan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono saat ditemui di di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026). 

Sudaryono mengatakan, sejumlah negara berminat membeli pupuk urea dari Indonesia. Bahkan negara-negara tersebut siap membayar dengan harga berapa pun demi mengamankan pasokan urea.

Baca juga : Feriansyah: Kampus Harus Aktif, Tidak Tutupi Kasus

Kondisi ini, kata dia, menjadi peluang besar bagi Indonesia di tengah situasi global yang kian tak menentu. 

“Gara-gara perang ini, banyak negara menginginkan urea dari tempat kita. Nah kita diminta ekspor banyak urea ke banyak negara yang meminta, at any cost, at any price, sehingga ini jadi opportunity,” kata Sudaryono. 

Sudaryono memaparkan kondisi ini membuat pabrik-pabrik pupuk milik PT Pupuk Indonesia yang sudah tua dan sebelumnya direncanakan akan ditutup atau diganti (replace), kini kembali dioperasikan secara penuh. 

Baca juga : Kurniasih Mufidayati: Satgas PPKS Kampus Harusnya Diperkuat

“Yang tadinya kita pelan-pelan suntik mati, bisa produksi lagi karena biaya dan harga berapa pun banyak negara meminta. Ini jelas kesempatan. Di tengah krisis ini, industri pupuk kita insya Allah kembali bergeliat,” cetusnya. 

Indonesia, sambung Sudaryono, memang menjadi salah satu produsen urea terbesar di dunia. Karena itu, tidak heran banyak negara mengincar urea Indonesia ketika jalur pasokan dan distribusi global terganggu. Salah satu negara yang berminat, kata dia, adalah Australia. 

“Ada Australia dan beberapa negara lainnya,” ujarnya. 

Baca juga : Tim KPK Nyaris Kehilangan Jejak

Diakui Sudaryono, seiring meningkatnya permintaan, tentu kebutuhan bahan baku pupuk juga ikut meningkat. Pemerintah memastikan pasokan gas sejauh ini tidak terganggu oleh konflik di kawasan Teluk. Indonesia, kata dia, memiliki sumber gas yang beragam sehingga tidak hanya bergantung pada satu jalur logistik. 

“Pasokan kita tidak hanya dari sisi Selat Hormuz. Indonesia punya banyak sumber (sourcing). Jadi sejauh ini tidak ada masalah,” tuturnya. 

Adsense

Meski permintaan ekspor melonjak tajam, Sudaryono menjamin kebutuhan petani di dalam negeri tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah memastikan tidak ada skema Domestic Market Obligation (DMO) karena kewajiban pemenuhan kebutuhan domestik harus dilakukan sebelum menyasar pasar luar negeri. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense