BREAKING NEWS
 

Imbas Perang, Pupuk Kita Diincar Banyak Negara

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : ADITYA NUGROHO
Jumat, 13 Maret 2026 07:40 WIB
Ilustrasi, pekerja sedang mengemas pupuk urea. (Foto: Dwi Pambudo/rm.id)

 Sebelumnya 
“Nggak ada. Untuk ekspor, kemudian DMO juga nggak ada. Kewajiban kita harus penuhi domestik dulu,” tegasnya. 

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pupuk urea nasional tetap terkendali, meski ada pembatasan di Selat Hormuz yang menghambat distribusi global. Dia memastikan, pasokan pupuk urea sudah aman sebelum perang antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) berkecamuk. 

“Pasokannya cukup, bahkan dibanding tahun sebelumnya,” kata Amran. 

Baca juga : Feriansyah: Kampus Harus Aktif, Tidak Tutupi Kasus

Menurut Amran, pemerintah telah mengambil langkah antisipatif agar produksi pertanian tetap terjaga dan tidak terdampak gangguan pasokan maupun lonjakan harga. Bahkan, Amran menyebut pasokan pupuk periode Januari hingga Februari meng­alami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. 

Soal bahan baku urea, Amran mene­gaskan ketersediaannya juga aman dan tidak mengalami gangguan. Selain yang melewati Selat Hormuz, pasokan bahan baku salah satunya berasal dari Rusia yang tidak terdampak langsung dinamika kawasan Teluk. 

“Jadi tidak ada isu kelangkaan pupuk. Para petani tetap tenang karena kebutuhan pupuk nasional tercukupi,” ujarnya. 

Baca juga : Kurniasih Mufidayati: Satgas PPKS Kampus Harusnya Diperkuat

PT Pupuk Indonesia (Persero) juga memastikan pasokan pupuk nasional tetap terjaga di tengah gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah. Perusahaan terus memperkuat kapasitas produksi serta cadangan stok bahan baku. 

“Kami berkomitmen menjalankan mandat pemerintah untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pupuk agar petani dapat terus menanam tanpa perlu khawatir,” kata Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira. 

Saat ini, lanjutnya, kapasitas produksi Pupuk Indonesia Grup mencapai 14,5 juta ton per tahun untuk berbagai jenis pupuk. Khusus untuk urea, kapasitas produksi mampu memenuhi seluruh kebutuhan domestik. 

Baca juga : Tim KPK Nyaris Kehilangan Jejak

Secara fundamental, kata dia, produksi urea nasional juga memiliki tingkat kemandirian yang terjaga karena bahan baku gas bumi berasal dari dalam negeri dengan harga yang telah diatur pemerintah. Artinya, meski rantai distribusi global terhambat di Selat Hormuz, hal itu tidak berdampak langsung terhadap pasokan pupuk urea nasional. 

Untuk diketahui, Pupuk Indonesia pada tahun ini menargetkan menyalurkan pupuk bersubsidi sebesar 9,8 juta ton atau senilai Rp 46,87 triliun. Dari jumlah tersebut, alokasi untuk sektor pertanian ditetapkan sebesar 9,55 juta ton, jumlah yang dipertahankan sama dengan volume tahun 2025. Rincian alokasi tersebut mencakup 4,42 juta ton urea dan 4,47 juta ton NPK, serta dukungan untuk komoditas khusus seperti NPK kakao, ZA, dan pupuk organik. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense