Dark/Light Mode

Cerita Di Balik OTT Bupati Rejang Lebong

Tim KPK Nyaris Kehilangan Jejak

Jumat, 13 Maret 2026 06:55 WIB
Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Asep Guntur Rahayu (kiri) bersama Juru Bicara KPK Budi Prasetyo (kanan) menyampaikan keterangan pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Provinsi Bengkulu di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (11/3/2026). (Foto: Dwi Pambudo/rm.id)
Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Asep Guntur Rahayu (kiri) bersama Juru Bicara KPK Budi Prasetyo (kanan) menyampaikan keterangan pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Provinsi Bengkulu di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (11/3/2026). (Foto: Dwi Pambudo/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari, sempat diwarnai momen menegangkan.

Tim penyidik KPK nyaris kehilangan jejak Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Rejang Lebong, HEP, yang diduga membawa uang suap ijon proyek. Uang tunai tersebut dibungkus plastik di dalam sebuah tas berwarna hitam. 

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, peristiwa itu ter jadi pada Senin (9/3/2026), ketika tim KPK memantau pergerakan HEP yang saat itu dibonceng oleh seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas PUPRPKP bernama SAG menggunakan sepeda motor. 

Saat dipantau, HEP diketahui membawa tas ransel yang diduga berisi uang terkait praktik suap proyek. “Yang itu diduga adalah bagian dari suap ijon proyek dalam perkara dimaksud,” kata Budi dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026). 

Baca juga : Proses Pemulihan Sumatera Pascabencana Terus Berlanjut

Budi menjelaskan, dalam upaya membuntuti target operasi tersebut, HEP dan SAF sempat masuk ke sejumlah jalan kecil hingga gang sempit, sehingga tim komisi antirasuah hampir kehilangan jejak. 

Namun, tim kemudian kembali menemukan keberadaan HEP yang ternyata telah berganti kendaraan dan melanjutkan perjalanan menggunakan mobil. 

Tim KPK terus melakukan pembuntutan hingga akhirnya ber hasil mengamankan yang bersangkutan. Sampai pada akhirnya, tim mengamankan HEP bersama pihak-pihak lainnya saat sedang berbuka puasa bersama di salah satu restoran di wilayah Pantai Panjang Bengkulu. 

“Saat mengamankan Kadis PUPR ini, tim juga mengamankan uang sejumlah Rp 310 juta,” ujar Budi. 

Baca juga : Pimpinan DPRD Sumsel Dapat “Perhatian” Partai

Dalam operasi tersebut, KPK menyita total uang tunai sebesar Rp 756,8 juta. Selain uang yang ditemukan dalam tas ransel HEP, penyidik juga menyita uang tunai Rp 50 juta dari rumahnya serta Rp 90 juta dari kediaman SAG. Sementara itu secara paralel, rim KPK turut mengamankan pihak-pihak lainnya di sejumlah lokasi. Di antaranya, Bengkulu, Kepahiang, dan Rejang Lebong. Dalam rangkaian operasi senyap itu, sebanyak 13 orang di amankan dan sembilan di antaranya kemudian dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. Dalam perkara ini, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka dugaan suap ijon proyek. 

Mereka adalah Bupati Fikri Thobari; HEP; serta tiga pihak swasta, yakni IRS dari PT SMS, EDM dari CV MU, dan YK dari CV AA. 

KPK menduga, Fikri meminta fee ijon proyek kepada kontraktor yang akan mengerja kan proyek-proyek di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) di Pemkab Rejang Lebong. Total anggaran pada dinas tersebut mencapai Rp 91,13 miliar. 

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengungkapkan, Fikri diduga meminta fee sekitar 10 sampai 15 persen dari nilai proyek. 

Baca juga : InJourney Siagakan 16 Ribu Petugas & Mitigasi Layanan

Permintaan sejumlah fee kepada para kontraktor itu, diduga untuk memenuhi kebutuhan pribadi Fikri menjelang Hari Raya Lebaran. 

“Sebagai kepala daerah, ada kebiasaan ngasih THR (Tunjangan Hari Raya) gitu lah. Mungkin karena belum ada uangnya, menutupinya dengan cara-cara seperti itu ya,” ungkap Asep dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026). 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.