RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada awal perdagangan Senin (16/3/2026) dibuka melemah 0,08 persen ke level Rp 16.971 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan Jumat (13/3/2026) di posisi Rp 16.958 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia tercatat bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,18 persen, baht Thailand melemah 0,38 persen, yuan China naik 0,06 persen, won Korea Selatan menguat 0,12 persen, dolar Singapura naik 0,02 persen, sementara dolar Hong Kong turun 0,03 persen.
Baca juga : Rupiah Turun Ke Rp 16.923, Tertekan Harga Minyak
Indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia tercatat melemah 0,11 persen ke level 100,01.
Sementara itu, rupiah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya menunjukkan penguatan. Rupiah menguat 0,49 persen terhadap poundsterling Inggris ke level Rp 22.492, naik 0,42 persen terhadap euro ke posisi Rp 19.190, serta menguat 0,66 persen terhadap dolar Australia ke level Rp 11.894.
Baca juga : Rupiah Dibuka Melemah Ke Level Rp 16.900 Per Dolar AS
Analis pasar keuangan Lukman Leong menyampaikan bahwa pelemahan rupiah dipengaruhi tekanan eksternal, terutama konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak.
“Selain itu, wacana pemerintah menerbitkan Perppu untuk memperlebar defisit APBN di atas 3 persen turut membebani rupiah. Namun, Bank Indonesia diperkirakan akan kembali melakukan intervensi,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Baca juga : Harga Minyak Turun, Rupiah Pagi Ini Perkasa Ke Rp 16.851
Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp 16.900 hingga Rp 17.000 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.