Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada awal perdagangan Kamis (12/3/2026). Rupiah turun 0,08 persen ke level Rp 16.900 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 16.886 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS terpantau bervariasi. Yen Jepang menguat 0,07 persen, sementara baht Thailand melemah 0,20 persen. Yuan China tercatat melemah 0,01 persen dan won Korea Selatan turun 0,07 persen.
Baca juga : IHSG Dibuka Naik Ke Level 7.398
Selain itu, dolar Singapura melemah 0,02 persen, sedangkan dolar Hong Kong menguat tipis 0,01 persen. Sementara itu, indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya tercatat menguat 0,22 persen.
Analis pasar keuangan Lukman Leong menilai pelemahan rupiah dipicu oleh kembali munculnya kekhawatiran terkait potensi gangguan pasokan minyak mentah global.
Baca juga : IHSG Dibuka Menghijau Ke Level 7.484
“Harga minyak mentah dunia kembali melonjak meskipun ada harapan dukungan dari rencana pelepasan cadangan minyak dalam jumlah besar oleh negara-negara anggota IEA,” ujarnya, Kamis.
Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah sepanjang hari ini akan bergerak di kisaran Rp 16.800 hingga Rp 16.950 per dolar AS.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya