Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada awal perdagangan Rabu (4/3/2026) dibuka melemah 0,32 persen ke level Rp 16.926 per dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pergerakan mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,10 persen, baht Thailand turun 0,39 persen, yuan China melemah 0,03 persen, peso Filipina terkoreksi 0,31 persen, dan dolar Singapura turun 0,10 persen. Sementara itu, won Korea Selatan naik 0,36 persen dan dolar Hong Kong melemah 0,04 persen.
Baca juga : Menlu Sugiono Minta Perwakilan RI Timur Tengah Prioritaskan Pelindungan WNI
Indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,06 persen ke level 99,11. Di sisi lain, rupiah terhadap poundsterling Inggris menguat 0,23 persen ke level Rp 22.547 dan terhadap dolar Australia naik 0,08 persen ke level Rp 11.857.
Analis pasar keuangan Lukman Leong mengatakan nilai tukar rupiah masih tertekan akibat memanasnya konflik di Timur Tengah.
Baca juga : Rupiah Menguat Tipis Ke Rp 16.860
“Rupiah diperkirakan masih dalam tekanan sentimen risk off dari perkembangan perang AS–Israel–Iran. Kenaikan harga minyak mentah juga dikhawatirkan akan membebani ekonomi global, termasuk Indonesia,” ujar Lukman, Rabu (4/3/2026).
Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak di rentang Rp 16.800 hingga Rp 16.950 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya