BREAKING NEWS
 

Konflik Timur Tengah Ancam Pariwisata RI, Devisa Bisa Hilang Rp 184 Miliar

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Senin, 16 Maret 2026 16:19 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam webinar Tourism Under Fire: Menyoroti Kerentanan Sektor Pariwisata Akibat Eskalasi Konflik Perang di Timur Tengah, Senin (16/3/2026).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mewaspadai dampak eskalasi konflik di Timur Tengah terhadap sektor pariwisata Indonesia.

Ketegangan geopolitik tersebut diperkirakan dapat menurunkan kunjungan wisatawan mancanegara dan berpotensi menggerus devisa negara hingga Rp 184,8 miliar per hari.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel berpotensi mengganggu industri pariwisata nasional yang selama ini menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi.

“Pemerintah memproyeksikan potensi kehilangan sekitar 5.500 wisatawan mancanegara per hari dengan potensi kehilangan devisa mencapai Rp 184,8 miliar per hari jika situasi ini tidak dimitigasi dengan baik,” kata Airlangga dalam webinar Tourism Under Fire: Menyoroti Kerentanan Sektor Pariwisata Akibat Eskalasi Konflik Perang di Timur Tengah, Senin (16/3/2026).

Menurut Airlangga, sektor pariwisata Indonesia sebelumnya menunjukkan kinerja positif sepanjang 2025.

Kontribusinya terhadap perekonomian nasional mencapai Rp 945,7 triliun atau sekitar 3,97 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Baca juga : Trump Minta Negara-Negara Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz, Ini Tanggapannya

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara juga tercatat mencapai 15,39 juta orang atau meningkat 10,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Secara makro, sektor ini telah mengamankan devisa sebesar 18,91 miliar dolar AS dan menjadi tumpuan hidup bagi sekitar 25,91 juta tenaga kerja,” kata Airlangga dalam seminar yang digelar Ikatan Alumni NHI Bandung tersebut.

Namun, situasi geopolitik global mulai menekan konektivitas penerbangan internasional.

Berdasarkan laporan pengelola bandara hingga 10 Maret 2026, terdapat gangguan pada sembilan rute internasional yang berdampak pada mobilitas sekitar 47.000 penumpang.

Adsense

“Situasi ini semakin kompleks dengan meningkatnya harga avtur yang turut menekan biaya operasional penerbangan,” ujarnya.

Di tengah tantangan tersebut, Airlangga menilai Indonesia perlu bergerak cepat agar tidak tertinggal dari negara-negara pesaing di kawasan Asia Tenggara.

Baca juga : China Sumbang Rp 3,4 Miliar Untuk Keluarga Korban Serangan Sekolah Iran

Beberapa negara seperti Thailand dan Vietnam telah meluncurkan kebijakan bebas visa serta kampanye destinasi aman untuk menarik wisatawan internasional.

Bahkan, inisiatif regional One Visa Six Countries yang melibatkan Thailand, Vietnam, Malaysia, Kamboja, Laos, dan Myanmar mulai dijalankan pada 2026.

“Indonesia tidak boleh tertinggal. Kita perlu segera melakukan reformasi untuk memitigasi kerugian akibat krisis global dan membangun fondasi pariwisata yang lebih kompetitif dan tangguh,” ujar Airlangga.

Salah satu langkah yang didorong pemerintah adalah memperluas kebijakan bebas visa kunjungan bagi negara-negara potensial.

Kementerian Pariwisata saat ini telah mengidentifikasi sekitar 20 negara yang dapat menjadi target prioritas.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat pasar domestik sebagai penopang utama pariwisata nasional, termasuk dengan memanfaatkan momentum libur Lebaran.

Baca juga : Senayan Yakin Pelaksanaan Haji 2026 Tidak Terganggu

“Pemerintah telah memberikan berbagai stimulus transportasi, mulai dari diskon tiket pesawat rata-rata 18 persen hingga diskon transportasi laut dan kereta api sekitar 30 persen,” kata Airlangga.

Pemerintah juga mendorong promosi Indonesia sebagai destinasi yang aman dan terjangkau serta mengembangkan potensi destinasi bagi digital nomad di beberapa wilayah seperti Jakarta, Kepulauan Riau, dan Bali.

“Kolaborasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan sangat penting untuk memastikan pariwisata Indonesia tetap tangguh dan mampu beradaptasi menghadapi berbagai gejolak geopolitik global,” kata Airlangga.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense