BREAKING NEWS
 

BBM Tidak Menentu, Mobil Listrik Dinilai Jadi Solusi Strategis

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 18 Maret 2026 01:11 WIB
Foto: Khairizal Anwar/RM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat otomotif Bebin Juana menilai ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mengancam pasokan minyak dunia dapat memicu kelangkaan serta lonjakan harga BBM, sehingga penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) menjadi solusi yang kian relevan bagi masyarakat.

“Ketika BBM menjadi langka akibat kemelut di Timur Tengah, selain langka, harganya juga berpotensi melejit. Sampai berapa harganya tentu tidak ada yang tahu,” ujar Bebin, Selasa (17/3/2026). 

Menurut Bebin, secara logika kondisi kelangkaan dan tingginya harga bahan bakar minyak akan mendorong konsumen untuk beralih ke kendaraan listrik.

“Pilihan masyarakat pada kendaraan listrik berbasis baterai sebagai alternatif yang patut dipertimbangkan,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar konsumen tetap cermat dan tidak sekadar tergiur dengan label teknologi pada kendaraan tersebut.

Baca juga : PHE Perkuat Produksi Migas Nasional, Industri Asuransi Jadi Mitra Strategis

Masyarakat diharapkan memilih kendaraan yang mampu memberikan dampak nyata pada efisiensi konsumsi energi harian.

“Konsumen harus cerdas memilih kendaraan yang benar-benar membuktikan penghematan BBM,” ingatnya.

Bebin memperkirakan, jika terdapat peralihan sekitar 100 ribu hingga 150 ribu konsumen ke kendaraan listrik, dampaknya akan terasa signifikan pada pengurangan antrean pengisian BBM di stasiun pengisian bahan bakar.

Adsense

Langkah tersebut juga berpotensi mengurangi beban pasokan BBM yang selama ini harus dipenuhi.

"Peralihan ini juga dipastikan akan membawa dampak positif bagi keuangan negara melalui berkurangnya konsumsi BBM nasional, meski detail penghematannya memerlukan perhitungan lebih lanjut dari kementerian terkait," ungkapnya.

Baca juga : Bank Berfundamental Kuat Jadi Kunci Sukses Program Strategis Pemerintah

Guna mempercepat transisi tersebut, Bebin mengharapkan adanya dukungan kebijakan yang lebih luas bagi para pengguna kendaraan ramah lingkungan.

Ia juga menyoroti bahwa keberlanjutan kebijakan insentif menjadi faktor penting dalam menjaga momentum adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Saat ini, sejumlah insentif kendaraan listrik seperti subsidi pembelian dan keringanan pajak yang sebelumnya diberikan pemerintah masih menunggu kepastian perpanjangan.

Menurutnya, jika pemerintah segera memastikan kelanjutan insentif tersebut, minat masyarakat terhadap kendaraan listrik diperkirakan akan meningkat lebih cepat.

Hal itu sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah risiko fluktuasi harga minyak dunia.

Baca juga : Kejagung Sita Rumah, Mobil, Hingga Pabrik Kelapa Sawit

Sebagai penutup, Bebin berharap pemerintah dapat memberikan keringanan pajak yang lebih konsisten bagi kendaraan listrik berbasis baterai agar jumlah penggunanya terus meningkat.

“Dengan dukungan kebijakan yang jelas dan berkelanjutan, kendaraan listrik bisa menjadi salah satu solusi strategis menghadapi ketidakpastian pasokan dan harga BBM global,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense