BREAKING NEWS
 

Krisis Minyak Global, Kenaikan BBM Dinilai Wajar Jaga APBN

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : FAQIH MUBAROK
Jumat, 27 Maret 2026 23:16 WIB
Ekonom Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Hendry Cahyono. Foto: Dok Hendry C

 Sebelumnya 
Dalam pernyataan terbarunya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa pede APBN masih mampu menjadi shock absorber (peredam guncangan) ketika harga minyak dunia naik tinggi.

"Harus disadari bahwa APBN adalah shock absorber, sekaligus engine. Shock absorber sekarang nih, ketika harga minyak dunia naik, kita serap di sini. Gara-gara itu BBM nggak naik, sekarang popularitas pemerintah naik kencang sekali ke atas, popularitas presiden utamanya," kata Purbaya dalam pelantikan Eselon I di lingkungan Kemenkeu, Jumat (27/3/2025).

Bendahara negara ini menyatakan, popularitas kepemimpinan akan menambah komponen stabilitas bagi perekonomian di Tanah Air, seiring dengan fokus menjalankan program-program kerakyatan yang sudah ada.

Baca juga : Antisipasi Puncak Arus Balik, Pemerintah Berlakukan Diskon Tarif Tol 30 Persen

Purbaya bilang, di negara tetangga BBM sudah mengalami kenaikan harga. Namun Indonesia masih bisa menjaga harga BBM tanpa membahayakan APBN. "Jadi tim kita tuh jago, cuma di luar masih kurang dihargai ya. Kita jago dibandingkan negara-negara tetangga. Berarti tim kita bagus sekali," ungkap Purbaya.

Purbaya mengaku, ia dipanggil Presiden Prabowo Subianto untuk membahas perkembangan APBN. Dia mengaku, sudah melakukan penghitungan simulasi harga minyak jika mencapai 100 dolar AS per barel. Hasilnya menunjukkan APBN masih dalam kondisi aman. "Sudah kita hitung sampai 100 dolar AS, aman semua," akunya.

Ppurbaya memastikan berbagai tekanan global, termasuk fluktuasi harga komoditas dan dinamika geopolitik, sudah diantisipasi melalui perhitungan fiskal yang matang.

Baca juga : Kemendagri Monitor Isu Konflik Global, Pastikan Stabilitas Dalam Negeri Terjaga

"Kalau orang bilang kita mau krisis dua bulan, tiga bulan lagi, itu nggak benar. Semua sudah kita hitung di Kementerian Keuangan. Kita approach secara terukur, nggak pernah ada angka yang aneh-aneh yang nggak bisa kita hitung," tegas Purbaya.

Sementara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku mendapat perintah dari Presiden Prabowo Subianto untuk menahan harga BBM bersubsidi.

"Sekalipun krisis, tetapi tetap kami perhatian keadaan rakyat. Harga sampai sekarang belum ada kenaikan. Arahan Pak Presiden adalah mencari akal bagaimana agar kami jangan memberatkan rakyat," kata Bahlil di SPBU Bolon, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026).

Baca juga : Urai Antrean Gilimanuk, ASDP Kerahkan KMP Prima Nusantara

Bahlil mengaku, stok energi di dalam negeri yang meliputi BBM jenis bensin, solar, serta LPG, masih aman. "Doakan kami agar terus bisa cari solusi yang terbaik," pintanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense