Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kemendagri Monitor Isu Konflik Global, Pastikan Stabilitas Dalam Negeri Terjaga
Rabu, 18 Maret 2026 16:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri melakukan monitoring media terhadap isu global yang berkembang belakangan ini. Hasilnya, pemberitaan mengenai isu global yang dipotret Ditjen Polpum periode 1 Februari hingga 16 Maret 2026 itu menunjukan tingginya intensitas percakapan publik di ruang digital.
"Total 12.044 artikel media online dan 29.707 percakapan di media sosial yang mencerminkan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap perkembangan situasi global," demikian keterangan Ditjen Polpum yang diterima wartawan, Rabu (18/3/2026).
Analisis sentimen publik terhadap dinamika global menunjukkan dominasi respons negatif. Terutama berupa kemarahan sebesar 30,5 persen dan kesedihan 25,5 persen. Sentimen ini berkaitan erat dengan eskalasi konflik internasional serta dampak kemanusiaan yang ditimbulkannya.
Baca juga : Kapolri Dan Mbak Titiek Tinjau Tesso Nilo, Pastikan Konservasi Gajah Aman
Meski demikian, sentimen positif juga tercatat dalam bentuk kepercayaan sebesar 26,3 persen terhadap peran Indonesia dalam mendorong penyelesaian damai melalui jalur diplomasi. Kondisi ini mencerminkan tingginya ekspektasi publik terhadap pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional di tengah tekanan global.
Perkembangan isu global tersebut turut memengaruhi dinamika ekonomi dan geopolitik. Dampak yang dirasakan antara lain gangguan jalur distribusi energi, kenaikan harga energi, serta meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan internasional. Situasi ini menjadi perhatian bersama dalam upaya menjaga ketahanan nasional.
Di tingkat domestik, sejumlah indikator menunjukkan kondisi yang relatif terkendali. Nilai tukar rupiah tercatat berada di kisaran Rp 16.929 per dolar Amerika Serikat. Sementara pasar saham mengalami penurunan sebesar 8,8 persen. Adapun potensi inflasi diperkirakan berada pada rentang 4,5 hingga 5,2 persen. Di sisi lain, cadangan devisa yang mencapai 154,6 miliar dolar Amerika menjadi faktor penting dalam menopang stabilitas ekonomi nasional.
Baca juga : Membedah Anatomi ”Teror Visual” dalam Stabilitas Nasional
Ditjen Polpum menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap resilien. Hal ini didukung oleh kebijakan pengendalian defisit fiskal, optimalisasi sektor energi, stabilitas moneter, serta penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Sejalan dengan itu, pemerintah terus mengedepankan langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas politik dan pemerintahan umum. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan komunikasi publik serta peningkatan peran diplomasi dalam merespons dinamika global.
"Ditjen Polpum Kemendagri menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas monitoring media dan analisis isu strategis, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah guna menjaga stabilitas politik dan pemerintahan umum tetap kondusif," pungkas Ditjen Polpum.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya