Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Minimalisir Banjir
Nyok, Hentikan Buang Sampah Sembarangan
Kamis, 29 Januari 2026 06:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Selain cuaca ekstrem, sampah menjadi salah satu pemicu sejumlah wilayah di Jakarta kebanjiran. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak lagi membuang sampah sembarangan.
Kebiasaan buruk buang sampah sembarangan, membuat aliran sungai (kali) tersumbat. Imbasnya, air meluap ke permukiman. Terutama di sekitar kali. Sampah itu bisa dibuang oknum-oknum warga Jakarta secara sembarangan ke saluran air (got), yang ujung-ujungnya masuk ke sungai. Mungkin juga dibuang langsung ke kali.
Sampah itu, bisa pula terbawa aliran sungai dari luar Jakarta.
Di tepi Sungai (Kali) Pesanggrahan, Pondok Cabe, Tangerang Selatan (Tangsel) misalnya, sampah yang mengalir ke arah Jakarta Selatan (Jaksel) terlihat jelas, saat reporter Rakyat Merdeka ngopi di sebuah cafe, Sabtu sore (17/1/2026).
Baca juga : Como Melesat Di Italia
Cafe ini menarik, teduh, karena dipayungi pohon-pohon besar di tepi Sungai Pesanggrahan. Ngopi di sini, seperti ngopi di tepi hutan. Mungkin lebih pas disebut hutan kota, karena dari sela-sela batang pepohonan, di kejauhan, tampak orang-orang bermain tenis di sebuah lapangan berpagar besi dan kawat. Tawa dan canda mereka, sayup-sayup terdengar.
Sesekali terdengar kicau burung-burung kecil yang bertengger di pepohonan. Terasa menambah nikmat kopi susu dan tape goreng bertoping es krim di kafe ini. Suasana tambah asyik, karena para tamu dihibur musisi secara live.
Tapi sayang, jika memandang ke arah sungai, kenikmatan ngopi sore ini jadi berkurang. Karena, banyak sampah plastik tersangkut di akar dan batang pepohonan.
Ada pula sampah yang ikut terbawa aliran sungai ke arah Jakarta Selatan. Lokasi ini memang dekat dengan perbatasan Kota Tangsel dan Kota Administratif Jaksel. Dengan kata lain, perbatasan Provinsi Banten dengan Provinsi DKI Jakarta.
Baca juga : Thailand Masters 2026, 3 Ganda Indonesia Tembus 16 Besar
Mengenai sampah yang terbawa aliran sungai dari luar Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta berupaya mem perkuat upaya penanganan di badan air secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir. Dari titik perbatasan dengan provinsi lain hingga laut di Utara Jakarta.
Salah satunya, mengoptimalkan pengoperasian Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS), sebagai penyaring awal sampah kiriman, sebelum memasuki aliran sungai di wilayah Jakarta.
Kepala Dinas LH DKI Jakarta Asep Kuswanto menjelaskan, peningkatan intensitas hujan, berpotensi membawa sampah dari wilayah hulu, sehingga menyebabkan penyumbatan sungai maupun saluran air.
Untuk itu, lanjut Asep, SSTBS dioptimalkan sebagai garda terdepan dalam menahan sampah agar tidak memperparah banjir di Jakarta.
Baca juga : Tengku Dewi, Berat Menjadi Single Parent
“Melalui SSTBS, material padat seperti plastik, kayu dan sampah lainnya, dapat tertahan sejak awal. Sampah yang terkumpul, diangkut secara berkala, agar aliran air lancar,” ujar Asep.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya