RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) berhasil menuntaskan fase krusial total shutdown dan tie-in Proyek Pengembangan Lapangan OO-OX.
Keberhasilan ini menjadi langkah strategis untuk menambah produksi minyak sekitar 3 ribu barel minyak per hari (BOPD), dan dan gas bumi sebesar 21-22 juta standar kaki kubik (MMSCFD).
Proses tie-in jaringan pipa dari Sumur OOA ke OPF Balongan dilaksanakan pada 7-12 Februari 2026 lalu melalui total shutdown terencana selama 120 jam.
Pekerjaan meliputi peningkatan sistem, penyambungan pipa, serta instalasi elektrikal dan instrumen secara simultan di tengah tantangan cuaca musim monsun.
Baca juga : BTN Sukses Cetak 863 Pengembang Baru Lewat Program Mini MBA in Property
“Ketepatan waktu penyelesaian fase ini penting untuk menjaga pasokan gas ke kilang Balongan, dan memastikan keberlanjutan produksi bahan bakar minyak (BBM) nasional,” kata Project Lead OO-OX PHE ONWJ Asep Gunawan dalam keterangan resmi, Senin (30/3/2026).
Asep menyampaikan, fase ini merupakan tahapan paling kompleks dalam proyek. Pada periode golden moment, saat aliran hidrokarbon dihentikan sementara, kami melakukan pengelasan di tujuh titik secara simultan dengan tetap mengedepankan keselamatan.
“Integrasi aset eksisting dan sistem baru menjadi kunci agar operasional ke depan lebih efisien dan andal,” ujarnya.
Keberhasilan ini juga ditopang oleh kolaborasi lintas fungsi yang solid, disiplin eksekusi proyek, serta penerapan prinsip 4P (People, Plant, Process, dan Product) dalam setiap tahapan pekerjaan.
Baca juga : Amankan Malam Takbiran, Polri Siagakan 317 Ribu Personel
Dia mengatakan, seluruh aktivitas dilakukan dengan implementasi standar dan pengawasan ketat sebelum memasuki fase berikutnya. Komitmen terhadap keselamatan kerja tercermin dari capaian lebih dari 3 juta jam kerja selamat selama pelaksanaan proyek.
“Ini menjadi bukti konsistensi tim dalam menjaga standar HSSE di tengah pekerjaan berisiko tinggi dan operasional simultan yang kompleks,” katanya.
Sementara itu, General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama menegaskan, keberhasilan ini memastikan proyek tetap on-stream sesuai target dengan moto yang selalu diimplementasikan di Zona 5, Safer, Faster, Better.
“Prinsip kami jelas. Keselamatan adalah fondasi utama sebelum bergerak lebih cepat dan memberikan hasil terbaik bagi ketahanan energi Indonesia,” ucapnya.
Baca juga : Pastikan Arus Logistik & Penumpang Lancar, Pelindo Multi Terminal Siaga Lebaran
Proyek OO-OX selanjutnya memasuki tahap commissioning dan ditargetkan mulai berproduksi pada kuartal I-2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.