RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa (31/3/2026) tercatat melemah 0,08 persen ke level Rp 16.988 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.002 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,11 persen, ringgit Malaysia naik 0,09 persen, dan dolar Singapura menguat 0,05 persen. Sementara itu, won Korea Selatan melemah 0,47 persen, dolar Taiwan turun 0,19 persen, baht Thailand terkoreksi 0,07 persen, dan yen Jepang melemah 0,03 persen.
Baca juga : Rupiah Loyo Ke Rp 16.982 Per Dolar AS
Di sisi lain, indeks dolar AS terhadap mata uang utama lainnya tercatat melemah 0,11 persen ke level 100,24. Rupiah juga menunjukkan penguatan terhadap sejumlah mata uang global, di antaranya naik 0,24 persen terhadap poundsterling Inggris ke level Rp 22.433, serta menguat 0,27 persen terhadap dolar Australia ke level Rp 11.661.
Analis pasar uang Lukman Leong menilai rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS. Sentimen positif ini didorong oleh pernyataan dovish dari Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, serta pejabat The Fed, Christopher Waller.
Baca juga : IHSG Dibuka Merah Di Level 7.020
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS menyusul pernyataan dovish dari Ketua The Fed Powell dan pejabat The Fed,” ujar Lukman.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa penguatan rupiah diperkirakan terbatas. Hal ini seiring sentimen pasar yang masih cenderung negatif serta kenaikan harga minyak akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Baca juga : Rupiah Menguat Ke Rp 16.892 Per Dolar AS
“Penguatan diperkirakan akan terbatas mengingat sentimen pasar masih negatif dan harga minyak terus naik akibat eskalasi di Timur Tengah,” jelasnya.
Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp 16.950 hingga Rp 17.050 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.