Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Rupiah Dibuka Perkasa Ke Rp 16.976 Per Dolar AS Pada Selasa Pagi
Selasa, 17 Maret 2026 09:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa pagi menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Rupiah dibuka naik 0,12 persen ke level Rp 16.976 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp 16.997 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,21 persen, dolar Hong Kong turun 0,02 persen, dan dolar Singapura melemah 0,03 persen. Sementara itu, dolar Taiwan menguat 0,52 persen, won Korea Selatan naik 0,02 persen, rupee India menguat 0,04 persen, yuan China naik 0,13 persen, serta ringgit Malaysia menguat 0,14 persen. Di sisi lain, baht Thailand melemah 0,38 persen.
Baca juga : IHSG Dibuka Menguat Ke Level 7.120 Pada Selasa Pagi
Indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama tercatat menguat 0,11 persen ke level 99,67.
Adapun nilai tukar rupiah terhadap mata uang lainnya menunjukkan pergerakan beragam. Rupiah melemah 0,04 persen terhadap poundsterling Inggris ke level Rp 22.707, menguat 0,16 persen terhadap euro ke level Rp 19.497, serta naik 0,21 persen terhadap dolar Australia ke level Rp 12.031.
Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh sentimen eksternal, salah satunya meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, khususnya di kawasan Selat Hormuz.
Baca juga : Rupiah Pagi Ini Loyo Ke Rp 16.971
Menurut dia, keberadaan pasukan Amerika Serikat di kawasan tersebut serta respons dari Iran menunjukkan eskalasi yang masih berlanjut. “Ini mengindikasikan bahwa Iran masih sanggup untuk melakukan perlawanan,” ujar Ibrahim.
Selain itu, pelaku pasar juga menantikan pertemuan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) pada pekan depan yang akan membahas arah kebijakan suku bunga.
Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah akan bergerak fluktuatif, namun berpotensi ditutup melemah di kisaran Rp 16.990 hingga Rp 17.050 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya